Peristiwa ini terjadi hari Minggu (17/1/2010). Saat itu, Urigenes sedang mengikuti lokakarya alergi susu yang diadakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Kalsel di Banjarmansin. Pada malam harinya, ia memutuskan untuk pulang ke Kotabaru karena harus menangani pasien pada Senin (18/1/2010) pagi.
Namun, setibanya di Pelabuhan Batulicin, tidak ada lagi kapal penyeberangan ke Kotabaru. Akhirnya, pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WITA, Urigenis bersama seorang kawannya menyewa speedboat.
"Jarak dari Pelabuhan Batulicin ke Kotabaru biasanya ditempuh dalam waktu 30 menit, namun hingga Senin siang, beliau belum tiba di Kotabaru," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Rosihan Adhani, lewat rilis yang diterima detikcom dari Kementerian Kesehatan.
Polisi bersama tim SAR, petugas Dinas Kesehatan dan anggota IDI kemudian mencari keberadaan dokter spesialis anak tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Kotabaru. Urigenes baru ditemukan Selasa siang dalam keadaan meninggal.Β
"Jenazahnya ditemukan antara Batulicin dan Kotabaru, beliau meninggal dalam tugas," tambahnya.
Urigenes adalah dokter yang baru menerima penghargaan dari IDI Kalimantan Selatan atas pengabdiannya selama 14 tahun bertugas di daerah terpencil seperti Kotabaru tanpa pernah pindah. Ia bertugas di RSU Kotabaru sejak tahun 1990 dengan pangkat terakhir IV B. Menurut rencana, jenazah akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Tana Toraja, Sulawesi Utara.
(mad/iy)











































