Investor Janji Rekrut Karyawan HI
Senin, 19 Apr 2004 16:54 WIB
Jakarta - PT Cipta Karya Bumi Indah (CKBI), investor proyek peremajaan kawasan Hotel Indonesia (HI) menjanjikan akan memperkerjakan kembali para pegawai HI dan Innawisata. Namun syaratnya mereka juga harus melalui proses seleksi.Demikian disampaikan Dirut PT Hotel Indonesia Natour (HIN) AM.Suseto, dalam jumpa pers di Hotel Arya Duta, Menteng, Jakarta, Senin (19/4/2004)."Kita telah meminta kepada PT CKBI untuk dapat menerima kembali eks pegawai HI dan Innawisata untuk dapat bekerja di kawasan Grand Indonesia. Mereka menyatakan akan menerima setelah melalui proses seleksi," kata Suseto.Suseto menegaskan, pihaknya harus melakukan pengakhiran hubungan kerja (PHK) karena pengelolaan Grand Indonesia, nama baru untuk kawasan HI setelah diremajakan, bukan lagi di bawah manajemen HIN. Untuk peremajaan HI, hotel ini secara resmi akan ditutup akhir April ini. Serikat Pekerja HI (SPHI), sebelumnya telah menolak PHK tersebut. Mereka tidak percaya akan kembali dipekerjakan oleh PT CKBI. Terlebih untuk kerja tersebut mereka harus melalui proses seleksi lagi. Saat ini karyawan HI dan Innawisata berjumlah 1200 orang, 40 persen dari karyawan akan memasuki waktu pensiun dalam waktu dekat. "Dengan demikian 60 persen sisanya yang masih produktif diprioritaskan untuk direkrut kembali," jelas Suseto. Sementara mengenai kompensasi PHK, PT HIN telah menyanggupi untuk memberikan pesangon sesuai UU yang berlaku. Bahkan pesangon dilebihkan menjadi 1,5 kali dari aturan UU. "Selain pesangon, dana cuti, tunjangan hari raya, uang pensiun juga akan diperhitungkan," janji Suseto. Pekerja kontrak akan mendapat hak yang sama dengan pekerja tetap. Kemudian aset-aset yang tidak bisa dimanfaatkan kembali akan dibagikan kepada pekerja.PT HIN juga telah membuat nota kesepakatan dengan penyalur tenaga kerja untuk menyalurkan para pegawai yang memilih untuk tidak bergabung dengan PT CKBI.Suseto menekankan HI sama sekali tak dijual tapi hanya dikerjasamakan. Nama hotel akan tetap HI. Logonya pun tetap sama. Hanya saja kawasannya yang diubah dengan diberi nama Grand Indonesia. Dalam kawasan ini nantinya akan ada apartemen, perkantoran, super mall dan perhotelan.Suseto menambahkan, peremajaan HI dan Innawisata akan memberikan potensi lapangan kerja yang lebih besar. Paling sedikit akan membutuhkan 8 ribu tenaga kerja."Tapi kalau peremajaan HI dan Innawisata tendernya tak laku, maka tahun 2005, HI terpaksa harus ditutup karena keuangan perusahaan tak memungkinkan untuk mengelola hotek secara layak," jelas Suseto.
(iy/)











































