"Jangan terganggu oleh komentar-komentar miring, kecaman-kecaman yang tak berdasar," pesan SBY kepada sekitar 240 bupati se-Indonesia di pendopo Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (19/1/2010).
SBY prihatin dengan tema-tema unjuk rasa yang dilakukan oleh sebagian rakyat yang menyudutkan pemerintahan. Banyak juga SMS serta surat-surat yang ditujukan kepadanya. "Tapi kok komentarnya aneh-aneh," ujar SBY tanpa menyebut apa isi komentar dan surat-surat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemda harus menjemput bola, pelayanan bergerak," pinta kakek Aira ini.
SBY juga tidak ingin lagi mendengar ada kabar di media tentang kelaparan, gizi buruk, padahal daerah yang bersangkutan sebenarnya adalah daerah lumbung padi.
"Ada cuma dua kecamatan yang mengalami gizi buruk menjadi perbincangan di talkshow," katanya.
Setelah mendapatkan laporan dari gubernur setempat, menurut SBY, ada kesalahan pola hidup masyarakat setempat sehingga gizi buruk terjadi.
SBY menjelaskan, di dua kecamatan yang mengalami kekurangan gizi, masyarakatnya lebih suka menabung uang untuk kepentingan tertentu semisal naik haji ketimbang memberi gizi yang layak bagi keluarga.
"Akhirnya anak-anak mereka gizinya kurang," ujarnya.
Dia pun meminta agar para bupati berperan aktif dalam menyukseskan pemerintahan, khususnya program 100 hari pemerintah.
(anw/nrl)











































