"Babe bilang 'saya bersyukur saya ditangkap, kalau nggak ditangkap mungkin ada korban lain'," ungkap Haposan Hutagalung, pengacara Baekuni, melalui telepon, Selasa (19/1/2010).
Menanggapi pengakuan Baekuni tentang adanya korban ke-8 yang bernama Teguh (12) yang dibunuh pada 1998 di Kuningan, Jawa Barat, Haposan membantah adanya tekanan dari tim penyidik Polda Metro Jaya. Dia menduga kliennya baru mengakui sekarang karena sebelumnya sudah lama melupakan perbuatan yang dilakukan pada 2004 silam.
"Itu karena Babe lupa, kejadiannya sudah bertahun-tahun lalu dan sekarang ingat satu per satu," ujar dia.
Terkait dengan ingatan adanya korban yang muncul satu per satu tersebut, maka tidak menutup kemungkinan akan ada korban-korban yang baru. "Ya mungkin saja bisa lebih dari 8 korbannya," pungkasnya.
(lh/iy)











































