"Saya sebagai penghubung dan perantara keluarga, beliau akan dibawa ke Mabes TNI untuk bermusyawarah. Tolong pemberitaan media fokus. Berita semalam ada yang bilang, Pak Herman bawa pistol dan ada tembak-tembakan, itu tidak benar," kata Adhyaksa.
Hal itu disampaikan dia di rumah Herman di Taman Telaga Golf, Tangerang, Banten, Selasa (19/1/2010).
Menurut dia, keluarga Herman dan TNI akan bermusyawarah untuk meng-clear-kan masalah akibat simpang siurnya pemberitaan. Herman didampingi Adhyaksa akan ke Mabes TNI untuk bertemu dengan Komandan Detasemen Markas.
"Jangan diberitakan yang aneh-aneh atau menyudutkan. Saya akan antarkan beliau. Masalah hukum, tanya pengacara," kata eks Ketua KNPI ini.
Adhyaksa mengatakan, Herman sedang sakit dan tiduran di dalam rumahnya.
Herman belum keluar dari rumahnya hingga berita ini diturunkan. Pria yang juga promotor tinju ini akan dibawa dengan mobil pribadinya Nissan Teana warna hitam bernopol B 297 RS.
Herman diduga melakukan korupsi saat menjadi Komandan Korps Mabes ABRI pada tahun 1970an. Ia ditengarai melakukan penyalahgunaan wewenang untuk mengusai aset tanah milik ABRI.
(aan/iy)











































