Siapa Pengganti Kalla?

Siapa Pengganti Kalla?

- detikNews
Senin, 19 Apr 2004 14:17 WIB
Jakarta - Jusuf Kalla sudah menyatakan mundur dari kabinet pemerintahan Megawati. Lantas, siapa yang akan menggantikan posisi Kalla sebagai menko kesra? Banyak rumor menyebutkan Yunus Yosfiah yang akan menggantikan. Kok bisa? Kalla telah memastikan mundur dari kabinet dalam jumpa pers Minggu (18/4/2004) kemarin. Dan hari ini, Senin (19/4/2004) pukul 15.00 WIB, mantan peserta konvensi Partai Golkar ini akan bertemu Presiden Megawati. Pada kesempatan itu, diduga Kalla akan menyampaikan permohon secara resmi pengunduran dirinya dari kabinet Gotong Royong ini. Apakah presiden akan mengabulkan mundurnya sang pengusaha dari kawasan Indonesia Timur ini? Kita tunggu nanti. Meski sikap presiden belum diketahui, namun diduga Megawati tidak ada akan menggondeli keinginan Kalla, dengan kata lain, merestui mundurnya Kalla. Bahkan, sas-sus sudah menyebar bahwa pengganti Kalla sudah dibahas dan akan akan ditentukan tidak lama setelah Kalla resmi mundur. Dari berbagai informasi yang dihimpun detikcom, Presiden Megawati kabarnya akan mengangkat menteri ad interim, sama seperti saat SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) mundur dari menko polkam. Namun, siapakah yang akan diplot untuk menjadi menko kesra ad interim? Tampaknya penunjukan menko kesra ad interim ini lebih sulit dibanding menunjuk Hari Sabarno menjadi menko polkam ad interim beberapa waktu lalu. Tidak ada orang yang pas, meski beberapa nama seperti Mensos Bachtiar Chamsyah dan Mendiknas Malik Fajar sempat disebut-sebut. Bachtiar Chamsyah sendiri kemungkinannya kecil. Apalagi, Bachtiar memiliki masalah dengan Wapres Hamzah Haz yang kini ketua umum PPP. Hubungan Chamsyah dengan Hamzah tidak harmonis pasca muktamar PPP yang mempertahankan Hamzah sebagai ketua umum PPP beberapa waktu lalu. Di tengah sulitnya mencari pejabat sementara itu, ada nama lain di luar kabinet yang kabarnya diusung Hamzah Haz. Orang di luar kabinet yang disebut-sebut itu adalah Yunus Yosfiah, mantan menteri penerangan era Habibie yang kini sekjen DPP PPP. Sejauh ini, belum ada kejelasan seberapa serius mengusung Yunus. Belum ada pihak terkait yang berkomentar terhadap hal ini. Namun, dilihat dari track recordnya, Yunus dianggap cukup memiliki kapabilitas, karena selain seorang purnawirawan jenderal bintang tiga juga pernah menjadi menteri. Diusungnya nama Yunus juga tampaknya juga akan disetujui Mega. Apalagi, sepertinya ada maksud lain. Apalagi, kalau bukan terkait dengan dipertahankannya Hamzah sebagai pendamping Mega dalam pemilihan presiden nanti. Dengan kata lain, hal ini bagian dari kompensasi-kompensasi politik. Benarkah sas-sus ini? Namanya juga sas-sus, belum tentu benar. Cara terbaik ya menunggu apa keputusan Presiden Megawati nanti. (asy/)


Berita Terkait