Kekuatan GAM Tinggal 40%

DM Tinggal Sebulan Lagi

Kekuatan GAM Tinggal 40%

- detikNews
Senin, 19 Apr 2004 14:15 WIB
Banda Aceh - Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) Aceh, Mayjen Endang Suwarya menyatakan, kekuatan GAM saat ini diperkirakan tinggal 40% lagi. Meski begitu, menjelang satu bulan berakhirnya perpanjangan status darurat militer di Aceh, semua daerah sudah bisa dimasuki. Perlawanan rakyat juga meningkat di beberapa daerah.Hal itu diungkapkan Endang di sela-sela waktu istirahat evaluasi darurat militer di Balai Teuku Umar, Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Senin (19/4/2004). Evaluasi yang dilakukan saban bulan ini tidak hanya dihadiri oleh pejabat di lingkungan TNI/Polri tapi juga pejabat-pejabat sipil seperti walikota dan bupati se-NAD. Hadir juga Ketua KPU NAD Hasbalah Tjoet GAM dan anggota Panwas NAD."Evaluasi ini seperti evaluasi sebelumnya, tapi ini bulan terakhir. Jadi, saya perlu bahan untuk laporan ke pusat. Tapi, sampai siang ini, belum semua bupati dan walikota yang memberikan laporannya, jadi saya belum bisa menyampaikan dengan tuntas perkembangan terakhir," jelasnya.Tapi menurut Endang, yang menjadi penekanan selain pemulihan keamanan, juga persoalan pembinaan kesejahteraan masyarakat miskin di Aceh, yang dilaporkan berjumlah 1,7 juta jiwa dari jumlah penduduk sekitar 4,1 juta jiwa. Ditambah lagi, dengan tingkat pengangguran yang diperkirakan berjumlah 400 ribu. "Sekarang ini, kita ingin tahu petanya sudah seperti apa. Langkah apa saja yang sudah diambil," lanjut Endang.Sedangkan pada sisi pemulihan keamanan, dia menegaskan, akan didata ulang kembali kekuatan baik personel maupun jumlah senjata GAM. Pasalnya kata Endang, data masih merujuk pada angka-angka dari 'zaman' Cessation of Hostilities Agreement (CoHA), Perjanjian Penghentian Permusuhan."Ada pergeseran kekuatan, baik dari orang maupun senjata. Tapi tidak signifikan, jadi itu kita data ulang lagi. Juga masih ada 260-an sandera sipil, yang belum bisa kita monitor sampai saat ini," terangnya.Menjelang satu bulan berakhirnya darurat militer -- setelah diperpanjang 6 buan sejak 19 November 2003 lalu -- pada 19 Mei ini, Endang mengaku pihaknya akan memantapkan seluruh kekuatan aparat TNI/Polri bersama rakyat."Kita maklum jika di beberapa daerah tingkat perlawanan rakyat masih memprihatinkan. Tapi di beberapa daerah lainnya sudah cukup bagus. Untuk pentolan GAM yang belum berhasil kita tangkap, terus kita upayakan. Semakin sempit ruang gerak, kita makin mudah mengakses data," katanya.Hal senada juga ditegaskan Pangkoops TNI Brigjen George Toisutta. Menurut Toisutta, semua daerah sudah dikuasi. "Kalau yang namanya basis GAM tidak ada lagi. Karena kalau basis artinya belum kita jamah. Semua daerah sudah kita masuki. Kalau memang belum aman, karena situasinya saja. Daerah hitam masih ada tapi bukan berarti tidak terjamah," tegasnya.SanderaMenyinggung soal pembebasan sandera, Toisutta mengatakan, pihaknya terus mengupayakan, apalagi sudah dibentuk tim khusus untuk itu. "Tapi sampai sekarang kita belum berhasil. Kalau ada informasi langsung kita ambil," ujarnya, menanggapi pembebasan sandera sipil yang ditawan GAM, termasuk juru kamera RCTI, Ferry Santoro yang sampai saat ini masih ditahan pihak GAM.Pola operasi TNI menurutnya tidak berubah. Hanya saja, frekuensinya operasi ditingkatkan menyusul akan segera berakhirnya perpanjangan darurat militer di Aceh pada 19 Mei 2004, mendatang. (nrl/)


Berita Terkait