Ilmuwan tersebut, profesor Massoud Ali-Mohammadi tewas dalam serangan bom di luar rumahnya di Teheran, Iran pada Selasa, 12 Januari lalu. Pejabat-pejabat pemerintah Iran menuding Israel dan AS berada di balik pembunuhan itu. Namun Washington telah membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai tak masuk akal.
"Musuh-musuh dan rezim Zionis (Israel) harus tahu bahwa pada akhirnya kami akan memberikan respons atas perbuatan ini," cetus Menteri Dalam Negeri Iran Mostafa Mohammad-Najjar seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tindakan buta yang dilakukan Mossad, CIA dan musuh-musuh republik Islam itu, menunjukkan kelemahan mereka," ujar Mohammad-Najjar.
Media pemerintah Iran menyebut Ali-Mohammadi sebagai profesor "berkomitmen dan revolusioner" yang mendukung pemerintah. Namun menurut situs-situs oposisi, ahli nuklir dan dosen di Universitas Teheran itu merupakan pendukung pemimpin oposisi Mirhossein Mousavi dalam konflik yang terjadi usai pemilihan presiden Iran pada Juni lalu.
(ita/iy)










































