AS Bersiap Hadapi Aksi Teror Menjelang Pemilihan Presiden
Senin, 19 Apr 2004 14:17 WIB
Jakarta - Pemerintah AS menanggapi dengan sangat serius kemungkinan terjadinya serangan teror menjelang pemilihan presiden, November mendatang. Hal tersebut diungkapkan Penasihat Keamanan Nasinal AS, Condoleezza Rice.Dikatakan Rice, ada dugaan bahwa para teroris akan berupaya melancarkan serangan baru di tanah air AS, dengan harapan akan mempengaruhi hasil pemilihan presiden mendatang.Warning ini muncul setelah pengeboman di Spanyol yang mengakibatkan kekalahan pemerintahan Jose Maria Aznar dalam pemilihan parlemen negeri itu. Terjadi beberapa hari sebelum pemilihan, serangan bom 11 Maret itu mendorong kemenangan Jose Luis Rodriguez Zapatero dari Partai Sosialis.Rantai peristiwa ini oleh Washington dipandang sebagai keberhasilan upaya militan-militan untuk mempengaruhi pemilihan umum di satu negara demokrasi Barat. Rice pun mengingatkan, tidak ada jaminan al Qaeda ataupun kelompok militan lain tidak akan mencoba melancarkan insiden serupa di Amerika Serikat."Saya pikir kita harus menanggapi dengan sangat serius pemikiran bahwa para teroris mungkin telah belajar dari peristiwa Spanyol," tukas Rice seperti dilansir AFP, Senin (19/4/2004). "Menurut saya, kita juga harus menanggapi dengan sangat serius bahwa mereka mungkin akan mencoba melakukan sesuatu selama masa-masa menjelang pemilihan," imbuh pejabat tinggi Gedung Putih itu."Dalam beberapa hal, sepertinya ini terlalu bagus bagi mereka untuk dilewatkan," tuturnya.Badan-badan pemerintah AS yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri kini aktif bersiap-siap menghadapi kemungkinan serangan teroris menjelang pemilihan umum, 2 November mendatang. Aparat terkait telah mengambil langlah-langkah untuk mencegah serangan teror tersebut.
(ita/)











































