Di Inggris dan Irlandia
Hidayat Terpopuler, PKS Naik 130 Persen
Senin, 19 Apr 2004 13:00 WIB
Den Haag - Popularitas Hidayat Nur Wahid di Inggris dan Irlandia jauh meninggalkan para pesaingnya, selisihnya mencapai lebih dari 400 persen. Selain itu suara untuk PKS juga melonjak 130 persen, sebaliknya PDIP merosot tajam.Data yang diterima detikcom dari saksi pemungutan suara di London, Tommy Firmansyah hari ini, Senin (19/4/2004), menunjukkan bahwa dari lima besar caleg yang dipilih WNI di Inggris Raya tersebut, Hidayat mendapat kepercayaan tertinggi dengan jumlah 200 suara, disusul H Husein Abdul Aziz dari Partai Demokrat (47 suara), Fahmi Idris dari Golkar (44 suara), Sabam Sirait dari PDIP (42 suara) dan Afni Ahmad dari PAN (39 suara).Sementara itu, peta perolehan suara total untuk partai di Inggris dan Irlandia (Inggris Raya) setelah penghitungan suara via pos selesai, menempatkan PKS sebagai kampiun dengan 274 suara atau 26.32 persen dari 1.041 suara yang sah. Jika dibandingkan dengan Pemilu 1999, maka suara untuk PKS (dulu PK) mengalami kenaikan sebesar 130 persen. Sedangkan PDIP, kampiun Pemilu 1999, harus puas pada posisi kedua dengan 161 suara (15.47 persen).Hasil itu sekaligus menyingkap cerita panjang merosotnya kepercayaan kepada PDIP. Pada Pemilu 1999, partai pimpinan Megawati Soekarnoputeri itu mendapat kepercayaan tertinggi dengan perolehan 351 suara sekaligus menjadi kampiun di Inggris Raya. Dengan ungkapan matematis, berarti PDIP telah kehilangan kepercayaan sebesar 120 persen pada pemilu kali ini.Berikut ini sisa sepuluh besar perolehan suara di Inggris Raya: posisi ketiga ditempati pendatang baru Partai Demokrat (PD) dengan 146 suara (14.02 persen), keempat PAN 120 suara (11.53 persen), kelima Partai Golkar 101 suara (9.70 persen), keenam PDS 98 suara (9.41 persen), ketujuh PKB 37 suara (3.55 persen), kedelapan PPP 17 suara (1.63 persen), kesembilan PPIB 17 suara (1.63 persen), kesepuluh PBB 14 suara (1.34 persen).Ternyata adagium di dunia bursa saham berlaku efektif di sini: hasil yang dicapai pada masa lalu bukan garansi untuk masa akan datang. Siapa mengecewakan, akan ramai-ramai ditinggalkan orang.
(es/)











































