"Bicara soal debat dia memang jago. Tapi satu hal yang pasti, dia telah melakukan kebohongan," keluh Bambang usai pemeriksaan Marsilam di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/1/2010).
Bambang kecewa karena Marsilam mengeluarkan statemen berbeda seputar keberadaannya dalam pemeriksaan Pansus. Dalam konferensi pers di Kementrian Keuangan 13 Desember 2008, Marsilam mengaku diperintah Presiden SBY. Namun dalam pemeriksaan malam ini, lanjut Bambang, mantan Ketua UKP3R ini mengatakan sebaliknya.
"Dalam konferensi pers Depkeu tanggal 13 Desember 2008 Raden Pardede dan beliau mengatakan diperintah Presiden, tetapi pada malam hari ini sebaliknya," ujar Bambang dengan nada kecewa.
Bambang pun mempertanyakan konsistensi Marsilam. "Pertanyaannya kalau sekarang dia bantah berarti selama ini dia mencatut nama Presiden," kata Bambang.
Oleh karena itu, Bambang akan segera meminta video rekaman dari stasiun TV swasta yang menayangkan agar jelas posisi Marsilam pada saat itu. "Oleh karena itu nanti biar diperjelas saat kita putar videonya," tutupnya.
(van/lrn)











































