Korban Perampokan Bersenpi di Pacitan Jalani Operasi di Solo
Senin, 19 Apr 2004 12:38 WIB
Solo - Sunaryo, pedagang emas yang menjadi korban perampokan di Pacitan Minggu siang kemarin, Senin (19/4/2004) ini menjalani operasi tulang kaki akibat terkena peluru perampok. Sedangkan hingga kini emas seberat 4 kg dan uang belasan juta rupiah miliknya masih dibawa lari salah satu perampok yang masih buron.Operasi terhadap Sunaryo dilakukan di RS Islam Kustati, Solo, siang ini. Erny Estiani, istri korban yang menunggui korban di rumah sakit membenarkan bahwa saat ini suaminya sedang menjalani operasi karena tulang kering kanan korban retak akibat tembakan pelaku perampokan."Proyektilnya sendiri sebenarnya sudah dikeluarkan di RSUD Pacitan kemarin. Tapi karena tulang keringnya mengalami keretakan yang serius, dokter memutuskan untuk melakukan operasi terhadap Mas Naryo," ujar Erny.Sunaryo yang berprofesi sebagai penjual perhiasan tersebut, Minggu kemarin menjadi korban perampokan. Selain menembak Sunaryo dan membawa lari 4 kg perhiasan emas dan uang belasan juta rupiah, perampok juga menembak mati sopir Sunaryo bernama Solikhin dan Brigadir (Pol) Edy Supriyanto yang melakukan pengejaran para perampok."Informasi yang kami terima, beberapa perampoknya telah tertangkap, salah satu lainnya masih melarikan diri. Polisi sudah memberitahu kami bahwa uang sekitar Rp 19 juta dan perhiasan emas milik kami saat ini sudah diamankan di Polres Pacitan, tapi saya belum mengecek kebenarannya," tutur Erny."Tapi yang lebih memprihatinkan bagi kami adalah dengan tewasnya Solikhin di tangan perampok itu akan membuat duka yang berkepanjangan bagi keluarganya. Saat ini Rita, istri almarhum, sedang hamil delapan bulan. Tentu saja kejadian ini akan menjadi pukulan berat bagi Rita," tambah Erny.Polwil Surakarta Kirim AnggotaSehubungan perampokan bersenjata dan tertangkapnya beberapa pelakunya di Pacitan itu, Polwil Surakarta mengirim tim penyidik untuk memeriksa para tersangka. Penyidikan itu dilakukan untuk mengetahui apakah aksi mereka terkait dengan aksi perampokan uang milik Bank Bukopin di Swalayan Goro Assalam, Kartosuro pada 12 April lalu.Dalam perampokan yang terjadi di Kartosuro itu, Abrip Chumaidi, seorang anggota polisi dari Polresta Serengan, Solo, yang melakukan pengawalan pengambilan uang itu tewas seketika akibat tembakan perampok. Para pelaku perampokan seluruhnya berhasil meloloskan diri saat kejadian."Tadi malam (Minggu malam -red), anggota kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pelaku perampokan di Pacitan. Saat ini mereka masih di Pacitan dan hingga saat ini belum ada laporan," ujar Kapolwil Surakarta, Kombes (Pol) Hasyim Irianto saat dikonfirmasi, Senin siang.Sementara itu informasi dari jajaran Polwil Madiun mengatakan bahwa jenazah Brigadir (Pol) Edy Supriyanto, Senin siang ini rencananya akan dimakamkan di Dusun Kerek, Desa Poncol, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
(nrl/)











































