Hal ini terungkap usai pembicaraan antara delegasi perdagangan Somalia dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di kantor Kementerian Perdagangan, Senin (18/1/2010).
"Tadi sempat dibahas juga soal itu, mereka (pemerintah Somalia) akan membantu dan cukup konsen soal masalah itu," kata Ketua Komite Tetap Kadin untuk kawasan Afrika Mintardjo Halim kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan saat ini sebanyak 17 WNI masih ditahan oleh bajak laut Somalia. Dikatakannya ia menyambut baik terhadap konsen pemerintah Somalia mengenai nasib 17 WNI tersebut, namun ia memperkirakan proses pembebasan itu tidak mudah.
"Mereka (pemerintah Somalia) juga nggak bisa perintah," katanya.
Mintardjo menambahkan perompak bajak laut Somalia merupakan jaringan mafia internasional, yang memanfaatkan para orang-orang Somalia untuk melakukan pembajakan kapal-kapal tanker yang biasa melewati Teluk Aden perairan Somalia.
"Memang yang dipakai orang-orang Somalia, tetapi jaringannya mafia internasional," katanya.
Seperti diketahui kapal tanker berbendera Singapura bernama Pramoni pada awal Januari 2010 dibajak oleh para perompak Somalia. Peristiwa terjadi di Teluk Aden, dimana sebanyak 24 awak ditahan oleh para perompak diantaranya 17 WNI, 5 warga Tiongkok, 1 Nigeria dan 1 Vietnam.
(hen/ndr)











































