Pejabat-pejabat AS menuturkan, kelompok-kelompok teroris menggunakan Inggris sebagai basis untuk merencanakan serangan di seluruh dunia.
Bahkan menurut pejabat-pejabat AS, pemerintah Inggris gagal memerangi ancaman ekstremisme di kalangan muslim yang tinggal di Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibatnya, tak ada negara Barat yang lebih terancam dibandingkan Inggris. Namun jaringan Al Qaeda yang berbasis di Inggris bukan cuma mendatangkan ancaman kuat bagi Inggris tapi juga seluruh dunia," cetus pejabat AS tersebut.
Kekhawatiran akan besarnya jumlah militan di Inggris kian mencuat menyusul percobaan peledakan pesawat Northwest Airlines pada 25 Desember 2009 lalu. Pelaku serangan peledakan yang gagal itu, Umar Farouk Abdulmutallab, mengaku mulai menjadi radikal saat menempuh studi di Inggris. Namun pejabat-pejabat Inggris bersikeras, Umar Farouk menjadi teroris saat berada di Yaman.
Insiden Northwest Airlines mengingatkan kembali aksi terorisme yang dilakukan Richard Reid asal London, Inggris. Pria itu mencoba meledakkan bom yang disembunyikan dalam sepatunya saat dalam penerbangan menuju Miami, AS pada 2001 lalu. Dia dipenjara seumur hidup.
"Level aktivitas Al Qaeda di Inggris saat ini menjadi sumber kekhawatiran besar," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS yang dirahasiakan identitasnya.
"Kemampuan organisasi itu memanfaatkan Inggris sebagai basis untuk merencanakan serangan-serangan teror merupakan ancaman serius bagi keamanan Inggris dan negara-negara Barat lainnya," pungkas pejabat tersebut.
(ita/iy)











































