Akbar Bantah Diminta Bush Mundur dari Pilpres 5 Juli
Senin, 19 Apr 2004 11:45 WIB
Jakarta - Ketum Partai Golkar Akbar Tandjung menyangkal diminta Presiden Bush untuk mundur dari Pilpres 5 Juli nanti, jika dia memang menang konvensi."Nggak ada, saya belum pernah ketemu Bush," bantah Akbar, Senin (19/4/2004) usai memimpin pembukaan masa sidang DPR ke IV di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakpus.Sebelumnya dilaporkan, harian bisnis Singapura menyatakan bahwa Bush meminta Akbar mundur dari pilpres dan mendukung SBY-Kalla untuk memimpin Indonesia. Karena, SBY mendukung perang melawan terorisme AS."Saya sudah beberapa tahun tidak ke sana, mau ketemu Bush di mana? Kalau pun di sini juga belum pernah," sambung Akbar.Ketika ditanya dukungan Bush terhadap SBY-Kalla, Akbar juga mengaku tidak tahu. "Saya nggak tahu, apa betul Bush mendukung SBY-Kalla. Berarti itu ucapannya 2-3 hari lalu. Cek dulu. Apa benar. Saya belum meyakini kebenarannya," demikian Akbar.
(nrl/)











































