"Boleh-boleh saja mas Guruh. Tidak tahu juga apa untuk meramaiakan atau tidak," kata Taufiq usai bertemu Dubes Argentina di DPR, Senayan, Senin (18/1/2010).
Menurut suami Mega ini, untuk ikut meramaikan calon ketua umum PDIP, seorang calon harus mampu menarik hati pengurus PAC (pengurus anak cabang) dan DPC. "Meramaikan tidak di koran, tapi
di PAC itu. Kalau di Koran bukan gaya PDIP. Kita selalu memberi kesempatan, semua orang boleh. Tapi kampanyenya di desa-desa," sindir Taufiq.
Kongres PDIP Sudah Selesai
Dalam kesempatan ini Taufiq juga mengungkapkan keyakinannya bahwa semua cabang telah bulat memilih satu nama untuk ketua umum. Kongres itu pun dianggapnya sudah berakhir.
"Aku rasa Kongres PDIP sudah selesai. Saya rasa semua cabang itu sudah memilih satu nama. Satu nama untuk ketua umum," kata Taufiq.
Taufiq menambahkan, demokrasi di partainya berjalan dari bawah, bukan di kongres. "Jadi cabang membawa hasil konfercabnya, tidak perlu ribut-ribut lagi. Kalau mau ribut-ribut cari cabang yang belum konfercab, di sana berjuang," jelasnya.
menurut Taufiq, partainya telah memberikan kesempatan kepada para kadernya. "Kalau mau menjadi ketua umum PDIP, dari enam bulan silakanlah ke PAC sebanyak 7.000 di Indonesia ini," jelasnya.
(amd/yid)











































