Api mulai berhasil dikuasai setelah Satuan Brimob Polda NTB mengirimkan tiga unit mobil water cannon, yang biasa dipakai untuk menghalau aksi massa. Sementara belasan unit mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram, Pemkab Lombok Barat dan mobil pemadam kebakaran Bandara Selaparang juga turut dikerahkan.
Dua orang terluka dalam upaya pemadaman api. Mereka adalah M Rizal Al Amin (24), petugas Pemadam Kota Mataram, dan Agra Prayuga (23), teknisi Pertamina yang membantu proses pemadaman. Keduanya kini dirawat intensif di Rumak Sakit Umum Bhayangkara, Mataram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu M Suherman, Kepala Depo Pertamina Ampenan, menyatakan, tangki penyimpanan premium berkapasitas 10 juta liter ditengarai bocor. Tangki tengah dikosongkan saat kebakaran terjadi. Namun belum dipastikan apakah kebakaran itu akibat human error atau tidak.
’’Kita belum tahu persis, bagaimana kebakaran bisa terjadi. Mungkin berasal dari mesin pompa. Tangki sedang kami kosongkan,’’ ujarnya.
Menurut dia, tangki nomor tiga yang terbakar itu terakhir dicek rutin setahun lalu. Namun, pihaknya menengarai, tangki bocor karena air pelindung yang terisi pada dinding tangki selalu berkurang drastis.
’’Saat kebakaran terjadi, tangki kami perkirakan hanya terisi 50 ribu liter,’’ kata Suherman.
Ia memastikan, pasokan BBM untuk Pulau Lombok tak akan terganggu akibat insiden ini. Saat ini, kapal tanker tengah berlabuh, dan siap memindahkan premium yang dibawa. Tiap hari kebutuhan premium di Lombok mencapai 650 kiloliter. Soal kerugian, Suherman belum bisa memastikannya.
’’Yang pasti, pasokan masih aman. Tidak ada masalah. Jam dua ini, pasokan ke SPBU sudah normal kembali,’’ katanya.
Sementara itu, pantauan detikcom, sejumlah SPBU di Kota Mataram diserbu para pengendara. Antrean melubar ratusan meter hingga luar area SPBU. Para pengendara khawatir, premium akan langka, menyusul kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Ampenan.
(nrl/nrl)











































