Arbi: SBY-Kalla Tidak Laku di Desa
Senin, 19 Apr 2004 08:05 WIB
Jakarta - Tandem SBY-Kalla dianggap tidak ada kansnya. Pamornya hanya sebatas gembar gembor media massa. Tapi tidak cukup laku di pedesaan yang mayoritas."Duet SBY-Kalla kan heboh dalam polling di perkotaan dan gembar gembor media massa. Tapi di desa tidak ada yang kenal mereka. Padahal jumlah penduduk mayoritas ada di desa," kata pengamat politik UI Arbi Sanit saat dihubungi detikcom, Senin (19/4/2004).Kalla dianggap hanya mengakomodasi suara dari Indonesia Timur yang notabene jumlah penduduknya sedikit. Itupun para pemilih yang suaranya dikuasai Golkar terbagi dengan para peserta capres konvensi Golkar. Sedangkan SBY, pamornya tidak membumi."Mereka tidak ada kansnya. Pamor mereka masih kalah dengan Megawati dan Akbar Tandjung. Kalau sampai Mega-Akbar berkoalisi plus PPP, duet SBY-Kalla tidak ada apa-apanya," tukas Arbi.Dia pun mengingatkan kalau pemilih di Indonesia jangan dianalisa bisa membuat keputusan sendiri. "Di Indonesia ini ya tidak begitu. Mereka pasti nanya-nanya dulu siapa yang mau dipilih. Biasanya mengarah pada tokoh yang mengakar kuat," jelasnya.Citra Mega dan Akbar yang kerap dikaitkan dengan orang lama, kinerja buruk, dan tidak bersih, menurut Arbi, hanya ada dalam benak intelektual. "Tapi rakyat tidak begitu. Tidak ada urusan," ujarnya."Jadi, terlalu ceroboh menyimpulkan SBY-Kalla bakal menggigit. Jangankan SBY, yang lebih besar saja seperti Gus Dur susah mendapat kans," ucap Arbi sambil tertawa geli.Koalisi yang tepat, menurut dia, harus bisa membangun popularitas dan kepemimpinan, serta tentunya terlihat dari perolehan suara pada Pemilu legislatif."Jika terjadi koalisi Mega dan Akbar, itu sudah menyedot sekitar 45 persen suara. Apalagi jika ditambah koalisi dengan PPP, bisa sampai 50 persen lebih suara. Kalau koalisi ini terjadi, yang lain tidak ada harapan," prediksi Arbi.Kans Gus Dur? "Hahaha, itu tergantung dia mau koalisi dengan siapa. Barangkali bisa dengan Golkar, PPP, dan SBY. Tapi Gus Dur jangan harap bisa jadi presiden," ujar Arbi sambil tetap tertawa.
(sss/)











































