Separo Menteri Mega Mundur Pun, Tak Perlu Khawatir

Separo Menteri Mega Mundur Pun, Tak Perlu Khawatir

- detikNews
Senin, 19 Apr 2004 06:43 WIB
Jakarta - Presiden Mega ditinggal mundur dua menterinya. Beberapa lainnya diperkirakan menyusul. Bahkan negeri ini secara praktis sudah dalam keadaan demisioner. Tapi tak perlu khawatir. Sebab para menteri memang tidak ada kerjanya."Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Para menteri kan memang tidak ada kerjanya kok. Negara ini kan dijalankan birokrasi. Separo menteri mundur pun, tidak perlu khawatir, negara jalan terus" tukas pengamat politik UI Arbi Sanit saat dihubungi detikcom, Senin (19/4/2004).Seperti diketahui, SB Yudhoyono mundur dari Menko Polkam untuk menjadi capres, dan Yusuf Kalla mundur dari Menko Kesra untuk menjadi cawapres. Diperkirakan, Menkeh HAM Yusril Ihza Mahendra dan Menhub Agum Gumelar akan menyusul jika mereka mencalonkan diri menjadi capres dan cawapres."Tapi ingat, para menteri mundur bukan karena ada masalah dengan pemerintahan Mega. Tidak ada kaitannya dengan kegagalan pemerintahan Mega. Memang bisa ada kesan begitu, tapi itu salah. Mereka mundur memang hanya karena alasan ambisi menjadi capres dan cawapres," tegas Arbi.Menurut dia, para menteri yang menjadi capres dan cawapres memang harus keluar. Karena tidak mungkin dalam sistem presidensil, seorang pembantu presiden ingin menjadi presiden."Itu namanya berkhianat. Kalau mereka tidak keluar, presiden sangat pantas memecat mereka," kata Arbi.Negara DemisionerSejak kampanye Pemilu legislatif dimulai di Indonesia, Arbi menilai saat itu pula negara sudah berada dalam keadaan demisioner secara praktis. Apalagi dengan banyaknya pejabat negara, termasuk menteri yang mengambil cuti untuk berkampanye."Tapi berhubung pemerintah bukan pelaku produktif secara besar-besaran, ya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Secara struktural formal bisa saja khawatir, tapi bukan realita. Jadi tidak ada masalah. Kerja menteri itu minimal sekali kok," ujarnya.Dijelaskan Arbi, negeri ini dijalankan oleh birokrasi yang tinggal menjalankan peraturan yang sudah ada. Jadi tidak ada langkah besar, hanya mengerjakan rencana lama. Sedangkan menteri tinggal mengecek."SBY mundur kan sudah diganti Mendagri. Yusuf Kalla mundur nanti diganti Mensos. Tapi yang kerja ya tetap birokrat. Ya biar menteri diganti pun, ya memang tidak ada kerjanya juga kok, hahaha, tinggal telepon," tandas Arbi. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads