Rampok Tembak Mati Polisi dan Sopir di Pacitan
Minggu, 18 Apr 2004 22:10 WIB
Solo - Perampokan bersenjata api kembali terjadi. Kali ini di Pacitan, Jawa Timur. Dalam aksinya, para perampok menembak mati sopir yang mengantar bosnya yang baru saja menjual perhiasan emas. Selain itu perampok juga menembak mati seorang anggota polisi yang melakukan penghadangan atas aksi mereka.Aksi perampokan bersenjata api tersebut terjadi di di jalan umum masuk Desa Ketro Wonojoyo, Kecamatan Kebunagung, Pacitan, Minggu (18/4/2004) pukul 12.30 WIB.Korbannya adalah Sunaryo (40 tahun) warga Kelurahan Baleharjo. Dia baru saja menjual emas di Pasar Tulakan, Pacitan, diantar oleh sopir Solikhin (30 tahun) menggunakan mobil Kijang Taruna bernopol AE 248 W.Setiba di jalan desa itu, mobil korban dihadang 4 orang memakai 2 buah sepeda motor dan langsung menodongkan pistol ke arah Sunaryo yang masih duduk di dalam mobil. Perampok kemudian memuntahkan tembakan yang diarahkan kepada Sunaryo dan Solikhin.Beberapa tembakan mengenai dada sopir Solikhin yang langsung tewas seketika. Sedangkan Sunaryo terkena tembakan di betis kanan. Melihat kedua korban tidak berdaya, para pelaku segera mengambil tas berisi perhiasan emas dan uang kemudian lalu kabur.Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkannya kepada petugas di Polsek terdekat. Beberapa petugas dan masyarakat segera melarikan korban ke rumah sakit, sedangkan sejumlah petugas melakukan pengejaran.Polisi segera melakukan koordinasi dengan Polsek lain melalui radio karena diduga pelaku melarikan diri ke arah wilayah hukum Polsek Nawangan. Seluruh jajaran pun dikerahkan untuk melakukan penutupan jalan. Di Polsek Nawangan dibuat barikade dengan memasang drum-drum dan kursi di tengah jalan untuk menghentikan para perampok.Dugaan polisi itu ternyata benar. Tidak lama setelah itu para perampok itu muncul dengan menggunakan motor F1ZR, motor GL Pro, dan sebuah kijang putih. Namun setelah mengetahui jalan telah diblokir, mereka berbalik arah dan segera dikejar para petugas kepolisian, dibantu para tukang ojek.Para perampok yang dikejar ini semakin nekat. Ketika mobil mereka terkejar, mereka kembali memuntahkan tembakan. Brigadir Edy Supriyanto, anggota Polsek Nawangan, yang sudah berada di samping mobil pelaku langsung tersungkur bersimbah darah karena tembakan itu. Enam pelakunya itu sementara mampu lolos dari pengejaran.5 Perampok Ditangkap, Seorang BuronMengetahui rekannya tertembak, Polres Pacitan mengerahkan seluruh kekuatan untuk membekuk pelakunya. Dalam penghadangan yang kedua, akhirnya lima pelaku bisa ditangkap. Mereka mengaku bernama Hidayat (30 tahun) dan Solikhin (40 tahun) keduanya warga Desa Sumber Waru, Jember. Kemudian Koridi (30 tahun) dan Abdul Rachman (37 tahun) asal Madura, selanjutnya Slamet Wiyadi (36 tahun) asal Tambaksari, Surabaya.Seorang pelaku lagi yang menurut temannya bernama Husein hingga malam ini masih dalam pengejaran. "Lima pelaku berhasil kami tangkap pada pukul 17.00 WIB dalam penghadangan di dekat hutan. Sedangkan uang hasil rampokan dibawa oleh pelaku yang masih buron. Kami belum tahu berapa jumlahnya," papar Kapolwil Madiun, Kombes Pol Edy Kusuma Wijaya saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (18/4/2004) malam.Informasi yang diterima detikcom, hingga malam ini ribuan warga Pacitan masih berkumpul di depan Mapolres Pacitan. Mereka menuntut agar para pelaku yang saat ini ditahan di Mapolres dikeluarkan untuk mereka mereka adili.Untuk menghindari situasi yang semakin tidak terkendali, petugas dari Polres Pacitan dibantu petugas dari Polwil Madiun melakukan penjagaan ketat di halaman Mapolres.Kapolwil Madiun mengaku bisa memahami keberangan warga tersebut, namun dia berharap warga menyerahkan proses hukumnya kepada yang berwajib untuk mengindarkan terjadinya main hakim sendiri di luar prosedur.Sementara itu jenazah Brigadir Edy Supriyanto yang masih berada di RS Pacitan telah usai dimandikan. Rencananya malam ini jenazah akan disemayamkan di Mapolres Pacitan. Untuk selanjutnya besok pagi dimakamkan. Namun belum diperoleh kepastian di mana ayah dua anak yang berasal desa Kedung, Kecamatan Kwadungan, Ngawi itu akan dimakamkan."Hinggga malam ini kami belum memperoleh kepastian dari keluarga mengenai kapan dan di mana jenazah almarhum akan dimakamkan. Atas nama pimpinan, saya menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya," kata Kapolwil Madiun.
(sss/)











































