Kalla Didukung, SBY Kalah Pamor di Makassar

Kalla Didukung, SBY Kalah Pamor di Makassar

- detikNews
Minggu, 18 Apr 2004 21:21 WIB
Makassar - Tandem SBY-Kalla disambut baik Makassar. Tapi SBY kalah pamor dari Kalla. Bahkan Kalla dipertimbangkan lebih pantas jadi capres.Tandem SBY-Kalla memang menjadi topik hangat media lokal Makassar, Minggu (18/4/2004). Radio Suara Celebes FM misalnya, sejak tiga hari yang lalu menaikkan topik utama seputar Kalla. Mulai dari kansnya untuk menjadi capres dari Partai Golkar, kemungkinannya mengundurkan diri dari konvensi, hingga duet SBY-Kalla.Topik menarik disajikan Radio Merkurius FM. Topik utamanya membahas Kalla cocok menjadi capres atau cawapres.Sementara dalam polling yang dilakukan koran lokal Makassar menempatkan duet SBY-Kalla paling ideal. Harian Tribun Timur misalnya, duet SBY-Kalla menempati urutan pertama sebagai pasangan yang paling cocok jadi capres dan cawapres. Pasangan ini meraih suara 69,09 persen. Di urutan kedua, pasangan Amien Rais-Marwah Daud meraih suara 7,27 persen.Uniknya, bagi masyarakat Makassar, meski sosok SBY dianggap bersih, namun Kalla masih lebih tenar ketimbang dibanding SBY. Kalla dianggap sebagai tokoh yang mewakili Sulsel pasca mantan Presiden BJ Habibie.Memang kegiatan sosial dan kontribusi Kalla di Makassar terbilang dikenal oleh banyak kalangan. Masjid Al Markal Al Islami misalnya, masjid yang terbesar di Indonesia Timur yang berada di tengah kota Makassar, dibangun atas prakarsa Kalla."Pak Yusuf Kalla itu tokoh Sulsel. Banyak berjasa untuk pengembangan Indonesia Timur. Saya sebagai orang Sulsel ya pasti dukung dia," ujar Ahmadi, sopir angkutan umum kepada detikcom.Di kalangan akademisi, Kalla juga jauh lebih tenar ketimbang SBY. Di Unhas, Kalla bahkan menjabat sebagai ketua IKA Unhas."Kemungkinan SBY merangkul Kalla adalah upaya Jawa merangkul luar Jawa. Tapi, Kalla lebih populer di Sulsel, itu pasti," ujar SM Noor, dosen Fakultas Hukum Unhas saat dihubungi detikcom melalui telepon. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads