"Guruh belum bisa menggantikan Megawati. Bukan darah Soekarno yang dibutuhkan. Tetapi stamina politik, mental politik, dan pengalaman politik," ujar pengamat politik Bima Arya saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/1/2010).
Bima menilai Guruh tidak memiliki memiliki hal tersebut. Aktivitas Guruh di bidang kesenian lebih terlihat daripada aktivitasnya di bidang politik.
Bima memberi penilaian khusus pada Guruh. Putra bungsu pasangan presiden pertama RI, Soekarno dan Fatmawati ini dinilai hanya sering memanfaatkan momen untuk tampil.
"Yang saya sayangkan Guruh selalu muncul dalam setiap hajatan politik. Saat Pemilu tiba-tiba mau jadi presiden, pas rakernas juga mau tampil," terangnya.
Sementara itu, pengamat politik dan direktur Indobarometer M Qodari menilai, baru Megawati yang terlihat mampu menyatukan PDI Perjuangan dengan kadernya yang terkenal militan.
Diantara saudara-saudaranya, Megawati merupakan anak Soekarno yang paling berhasil dalam bidang politik. Kapasitas Guruh pun masih kurang untuk memimpin PDI Perjuangan.
"Megawati memiliki kekuatan historis. Saat itu dia pemimpin PDI yang dulu melawan Soeharto," terang Qodari saat dihubungi terpisah.
Sebelumnya 500 pengurus anak cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Indonesia mendukung Guruh Soekarno Putra untuk memimpin PDIP. Mereka mendesak Guruh turun tangan menyelamatkan partai dari sepak terjang kaum oportunis.
Dukungan tersebut langsung disampaikan ke rumah Guruh di Jalan Sriwjaya Raya No 26, Kebayoran Baru, Sabtu (16/1/2010).
(rdf/rdf)











































