Akbar: Pengunduran Diri Kalla Bukan Rekayasa
Minggu, 18 Apr 2004 13:01 WIB
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, tidak ada desain dari Partai Golkar agar Yusuf Kalla mundur dari Konvensi Capres. Akbar menegaskan, mundurnya Kalla atas pertimbangan sendiri tanpa ada pertemuan dengan dirinya. "Tidak ada desain (dari Partai Golkar). Itu keputusan Yusuf Kalla sendiri bahkan dia mengatakan pemenang konvensi ini lebih tepat kalau ketua umum sendiri yang mewakili Partai Golkar," kata Akbar Tandjung dalam jumpa pers di Hotel Le Meridien, Minggu (17/4/2004).Akbar mengaku, dalam pertemuan di kediamannya, Minggu pagi, Yusuf Kalla secara resmi menyampaikan surat pengunduran dirinya dengan tidak melanjutkan keikutsertaannya dalam konvensi calon presiden Partai Golkar. Bahkan dalam surat tersebut tersirat Yusuf Kalla memberikan dukungan kepada Akbar Tandjung untuk memenangkan konvensi. "Secara lisan Yusuf Kalla memberikan dukungan ke saya tetapi tidak ada komitmen bahwa orang yang mendukung Yusuf Kalla harus memberikan suaranya kepada Akbar Tandjung," kata Akbar. Politisi kelahiran Sibolga itu juga menegaskan, pengunduran diri Yusuf Kalla berkaitan adanya lamaran dari untuk menjadi pasangan cawapres Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla menerima lamaran itu.Ditanya tentang sosok yang mungkin dijadikan calon wakil presiden Partai Golkar, Akbar belum bersedia membukanya. "Saya mohon doa restu dulu Insya Allah kalau saya terpilih saya akan segera mengusulkan siapa cawapresnya. Sekarang belum bisa disampaikan karena masih terlalu jauh," tandasnya. Dia membantah telah mengarahkan kepada panitia konvensi agar bisa menang.Tetang permintaan peserta konvensi capres Partai Golkar Wiranto agar dirinya nonaktif sebagai ketua umum, Akbar menolak. "Di dalam konvensi ini ada aturan main. Soal harus mundur atau non aktif tifdak diatur dalam konvensi sehingga saya tidak pelu mundur dan saya tidak akan menggunakan pengaruh sebagai ketua umum terhadap peserta konvensi," kata Akbar. Dikabarkan, saat ini tim sukses Akbar sudah mengumpulkan wakil dari dewan pimpinan daerah Partai Golkar di suatu tempat dengan harapan mereka menyumbangkan suaranya untuk Akbar.
(tis/)











































