"Program ini baru kita terapkan. Kita pakai anjing pelacak untuk mencari narkoba di dalam lapas. Selama ini kita geledah manual," ucap Dirjen Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Untung Sugiyono, ketika berkunjung ke Lapas Narkotika Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (16/1/2010).
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Klas I Cipinang, Ibnu, menjelaskan, hasil pemeriksaan oleh anjing pelacak jenis rotweiller pada Kamis (14/1) kemarin, tidak ditemukan narkoba di dalam lapas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Lapas Narkoba Cipinang juga menerapkan pemeriksaan barang bawaan tamu dengan anjing pelacak sebelum masuk ke dalam lapas. Anjing itu mengendus setiap barang bawaan yang dijejerkan di tanah.
Sebelumnya, di hari yang sama, petugas menemukan barang yang mencurigakan yang diduga narkoba. Satu keluarga beranggotakan tiga perempuan dan satu anak kecil ditahan oleh petugas Lapas.
Saat menggeledah barang bawaan pengunjung, petugas mendapati satu bungkusan kecil berisi serbuk putih yang diselipkan di antara tumpukan celana di dalam tas jinjing.Petugas langsung mencoba mengecek barang tersebut dengan anjing pelacak milik kepolisian.
"Ditaruh di bawah celana warna hitam di dalam tas. Setelah dicium sepertinya positif narkoba," kata salah satu petugas lapas, Hermansyah, kepada wartawan.
Salah satu perempuan yang diduga membawa bungkusan narkoba itu terus menangis setelah penggeledahan itu. "Saya nggak tau.. Saya nggak tau.. Ada yang masukin..," kata dia sambil menangis.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh anggota polisi dari Polres Jatinegara, Jakarta Timur, ternyata serbuk putih tersebut adalah obat kuat untuk pria.
"Setelah kami tes terbukti bukan narkoba," ucap anggota kepolisian dari unit Narkoba Polsektro Jatinegara, Bripka Bodong.
Kalau bukan narkoba, lalu serbuk apa itu? "Viagra yang ditumbuk halus," kata dia.
Bodong menjelaskan, setelah terbukti tidak membawa narkoba, satu keluarga tersebut langsung dibebaskan dan diperkenankan menjenguk anggota keluarganya. Meski begitu, keluarga itu tetap membantah dan tidak mengetahui kenapa barang berbentuk serbuk halus berwarna putih terbungkus rapi di dalam plastik kecil bisa ada di dalam tas bawaannya.
"Dibebasin. Mereka langsung jenguk tadi. Mereka bilang enggak tahu kenapa bisa ada di dalam tas," ucapnya.
(mpr/gah)











































