Diharapkan Hanya Ada 1 Kader NU Sebagai Capres atau Cawapres
Minggu, 18 Apr 2004 10:33 WIB
Jakarta -
Wakil Katib Syuriah PBNU KH Manarul Hidayat menyambut baik beberapa nama kader NU disebut-sebut maju sebagai calon presiden atau calon wapres, selain Gus Dur. Namun, dia berharap nantinya hanya ada satu kader NU saja yang dicalonkan, agar aspirasi warga NU tidak terpecah.Hal ini disampaikan Manarul Hidayat kepada wartawan di kantor PBNU, Jl. Kamat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (18/4/2004). Menurut Manarul, munculnya beberapa nama kader NU sebagai capres dan cawapres adalah sebuah perjalanan yang bagus dalam demokrasi di tubuh NU atau keluarga NU."Wajar, muncul sejumlah nama apalagi NU memiliki kader potensial. Bahkan kalau perlu tidak hanya dua nama, tapi bisa empat atau lima nama calon. Yang penting, nama-nama itu diseleksi dan akhirnya mengerucut menjadi satu nama," kata Manarul.Untuk diketahui, akhir-akhir ini muncul beberapa nama calon presiden dan wapres dari kalangan NU. Selain Gus Dur, muncul juga nama Hasyim Muzadi, Shalahuddin Wahid alias Gus Solah, dan Alwi Shihab. Gus Dur sudah pasti akan dicalonkan sebagai capres PKB. Sementara tiga nama lainnya itu dalam posisi sebagai calon wapres.Menurut Manarul, banyaknya nama capres atau cawapres di tubuh NU itu menunjukkan makin berkembangnya budaya demokrasi dan tidak hanya bertumpu pada satu figur saja. Namun, Manarul mengingatkan, NU sebagai organisasi yang melahirkan PKB tentu menyerahkan nama-nama ini untuk diseleksi. Terserah mekanismenya, seperti Munas, atau Tim Sembilan di PKB.Setelah diseleksi, diharapkan akan muncul satu nama saja yang diorbitkan menuju istana."Kenapa akhirnya harus satu nama, agar aspirasi warga NU tidak terpecah dan tidak terjadi benturan. Kita juga nanti lebih enak untuk berkampanye," kata pimpinan Ponpest Al Mahmububiyah, Cilandak, Jakata, ini.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































