Para tokoh yang hadir di antaranya Adnan Buyung Nasution, Hariman Siregar, Rizal Ramli, Todung Mulya Lubis,Β Tyasno Sudarto, mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution juga mantan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal.
Mimbar bebas yang bertajuk 'Mimbar Rakyat: Saatnya Kedaulatan Kembali ke Rakyat' ini digelar di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jumat (15/1/2010). Acara dihadiri sekitar 500 orang dan dipandu intelektual Muslim Abdurrahman.
Dalam acara ini, setiap orang yang hadir bebas menyampaikan segala pandangan, pemikiran, bahkan kritik tentang perjalanan demokrasi bangsa Indonesia yang sudah berjalan hampir 12 tahun.
Hampir semua yang hadir mengekspresikan ketidakpuasan terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Teriakan-teriakan 'Turunkan SBY', 'Gulingkan SBY' terus berkumandang selama mimbar berlangsung.
"Abang jadi teringat 1966, 1974. Situasinya kaya' begini," kata Adnan Buyung, yang merupakan salah satu pendiri Indemo.
Sementara tokoh Malari pada 1974 Hariman Siregar mengaku kecewa dengan konsolidasi demokrasi yang berjalan buruk meski reformasi sudah berjalan satu dekade lebih.
"Demokrasi hanya sebatas prosedural, tidak substansial," kata Hariman yang masih bersuara lantang.
(nwk/nwk)











































