"Harusnya pemerintah mulai memikirkan ini. Jarak antara Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pasar, pengasinan dan wisata ikan bakar mulai dipisah sehingga tidak terlihat kumuh," kata Sanusi (34) salah satu pemilik salah satu kedai ikan bakar di Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2010).
Saat ini, area TPI berhimpit dengan pasar ikan, kuliner ikan bakar, dan mesin pengepakan ikan. Bau solar dari truk ataupun kapal tradisional yang tercecer juga menambah kondisi makin kusam. Belum lagi, genangan air rob yang terkadang merendam jalan utama, hal ini menambah pemandangan menjadi semakin tak sedap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, nelayan berharap pemerintah memperluas kawasan Muara Angke menjadi lebih kondusif. Khususnya membangun dermaga sendiri di Kampung Baru yang terpisar dari pasar dan lokasi kuliner ikan bakar. Dermaga Kampung Baru hanya berjarak 500 meter dari lokasi dermaga lama dan pasar ikan.
"Dermaga itu sudah dibangun sejak 2 tahun lalu tapi enggak selesai-selesai. Itu penting biar disini enggak tambah kumuh," timpal Sugi, salah satu pengusaha lokal.
Sebagai salah satu tujuan wisata peisisir yang dicanangkan pemerintah kota Jakarta Utara, kawasan Muara Angke menjadi makin signifikan. Peta wisata dari Kota Tua dan Sunda Kelapa dapat dibelokkan ke Muara Angke bila penataan dilakukan cepat-cepat. Yakni upaya untuk mengembalilkan citra Muara Angke yang bersih, teratur dan tidak kumuh tanpa menggusur masyarakat yang sudah ada.
(Ari/amd)










































