JK menyampaikan pidato kebudayaan berjudul 'Revitalisasi Kebudayaan Daerah sebagai bagian dari strategi kebudayaan nasional'. "Saya diundang bicara budaya, tapi akan akan terkait dengan ekonomi dan politik. Saya tidak bicara budaya untuk budaya," kata JK, Jumat (15/1/2010).
JK mengatakan, budaya setiap daerah tercermin dari seni, perilaku dan cara bicara. Setiap daerah memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda.
"Di Sumatera, misalnya, kalau tari penyambutan tamu memakai sirih dan pinang. Kalau di timur, tariannya pakai parang, keris atau pedang. Dulu waktu jadi Wapres, terpaksa pakai parang palsu, kalau enggak tak diizinkan Paspampres," katanya disambut tawa.
Menurut JK, perbedaan bangsa Indonesia mendukung persatuan. Ia mencontohkan diskusinya dengan duta besar Irak tentang persatuan tersebut. "Arab misalnya, bahasanya satu, budayanya satu, kulitnya sama, tapi jadi 15 negara. Bangsa Indonesia yang hampir sama jumlahnya dengan orang Arab, punya perbedaan bahasa, budaya, warna kulit, namun bisa bersatu dalam satu negara," ujarnya.
Kedatangan JK disambut antusias warga Sumbar. Lebih seribu orang memadati gedung Taman Budaya dalam even yang digelar Dewan Kesenian Sumatra Barat (DKSB) itu.
"Kami berharap, perhatian Pak JK tidak berkurang di masa datang," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar Firdaus K, dalam sambutannya.
(yon/djo)











































