Golkar Jateng Belum Tentukan Pilihan Capres Konvensi
Sabtu, 17 Apr 2004 17:30 WIB
Semarang - Sebanyak 73 suara Partai Golkar Jateng untuk Konvensi Capres 20 April mendatang masih mengambang. Pilihan capres diserahkan kepada perwakilan Jateng (3 orang DPD I dan 70 orang DPD II).Pada rapat pleno terakhir di Kantor DPD I Golkar Jateng, tidak ada keputusan melakukan voting block dalam memilih capres. Hari ini, perwakilan Jateng itu berangkat ke Jakarta.Menurut Koordinator Konvensi Capres Golkar Wilayah Jateng M Suhud, yang pasti hanya suara 3 orang perwakilan DPD I akan sama karena karena ada mekanisme voting block. Sedangkan, untuk suara 35 DPD II yang masing-masing diwakili 2 orang diserahlan kepada kebijakan daerah setempat.Dikatakan Suhud, perwakilan Jateng masih akan membaca situasi dan mengetahui bagaimana tatib pemilihannya secara detail. Tujuannya, untuk memilih capres Golkar yang benar-benar bisa diharapkan."Selain itu, kami juga mempertimbangkan laku tidaknya capres ketika dijual ke publik. Semua capres sepertinya masih laku, termasuk Akbar," ujarnya kepada wartawan di kediamannya, Jl. Ariloka Semarang Barat, Sabtu (17/4/2004).Disinggung adanya beberapa daerah yang memunculkan nama calonnya, menurut Suhud akan dijadikan pertimbangan. "Itu nanti akan jadi pertimbangan kami di Jakarta. Karena amanat dari Golkar Jateng adalah memilih capres yang disukai rakyatnya. Kian banyak orang memilih capres tertentu, maka ia kian disukai," paparnya.Di tempat terpisah, Ketua Umum DPD I Golkar Jateng M Hasbi mengungkapkan hal senada. Persoalan siapa yang disukai rakyat, kata dia, belum terbaca. "Belum bisa dibaca sekarang, meski ada beberapa yang sudah berani menyebut nama," katanya di Kantor DPD I Golkar Jateng, Jl. Kyai Saleh, Semarang, Sabtu (17/4/2004).Hasbi menjelaskan pada rapat terakhir, perwakilan DPD II sempat mencurigai pengurus DPD I. Kecurigaan itu muncul karena kian politisnya suasana internal Golkar menjelang konvensi. Namun, kecurigaan itu dapat diredam setelah ada pembicaraan tidak akan ada keputusan tunggal dalam acara tersebut."Hanya saja, tadi kan kita memaparkan profil masing-masing peserta konvensi. Akbar Tandjung mendapat porsi lebih dibanding yang lain, karena lebih dekat dengan kami. Ia sering datang ke sini atas nama Ketua Umum, bukan capres," ungkapnya.
(rif/)











































