HP Kamera Dilarang di Konvensi untuk Hindari Kasus Kaltim
Sabtu, 17 Apr 2004 16:59 WIB
Jakarta -
Handphone (HP) berkamera memang keren dan sedang tren. Tapi peserta coblosan konvensi Golkar dilarang membawanya, karena khawatir kasus pemilihan Gubernur Kaltim yang penuh money politics, terulang.Demikian disampaikan Sekretaris Panitia Konvensi Slamet Effendy Yusuf, usai melakukan pertemuan dengan para tim sukses 6 peserta konvensi di Hotel Hilton, Jl.Sudirman, Jaksel, Sabtu (17/4/2004).Slamet menyatakan, aturan pelarangan membawa HP berkamera saat mencoblos terinspirasi oleh pemilihan Gubernur Kaltim. "Waktu itu, pencoblos menjebret hasil pilihannya sebagai bukti janjinya untuk mendukung calon tertentu, karena ada politik uang," kata Slamet. Slamet tidak menjelaskan gubernur mana yang terlibat money politics itu. Tapi dalam pemilihan gubernur Kaltim tahun 2003, sempat ricuh karena isu itu."Aturan-aturan yang sifatnya ketat dalam konvensi itu karena kami ingin yang terbaik. Dalam setiap pemilihan tertutup, selalu ada kemungkinan terjadi money politics, bukan hanya di Partai Golkar saja," tambah Wakil Sekretaris Panityia Konvensi, Rully Chairul Azwar.Sementara, tim sukses Surya Paloh, Tadjudin Noer Said, menjelaskan apa saja hasil pertemuan tim sukses dan panitia. Aturan yang disetujui itu antara lain:1. Jumlah tim sukses yang boleh hadir pada saat konvensi adalah per peserta konvensi 5 orang.2. 1 bilik yang mencoblos 1 orang.3. Coblosan tidak dengan melingkari, tapi mencoblos pakai paku.4. Tidak boleh ada atribut kecuali yang disediakan panitia. Panitia akan netral pada setiap kandidat.5. Koalisi yang akan dilakukan parpol lain harus dengan persetujuan DPP Partai Golkar.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































