"Dia (Anggoro) sedih. Setahu dia, Anggodo hanya membawa uang itu, uang suap itu," ujar pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang, usai menjenguk kliennya di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2010).
Menurut Bonaran, Anggoro mengetahui penahanan adiknya dari sebuah media online. Bahkan Anggoro Kamis (14/1/2010) pukul 22.00 WIB menghubunginya. Namun Anggoro tidak bisa berbicara dengan Anggodo.
Bonaran mengaku tidak takut disadap saat berbicara dengan Anggoro di telepon. Menurutnya hal itu merupakan risiko. "Ah itu kan risiko, nggak masalah itu," imbuh dia.
Bonaran juga mengaku terakhir bertemu Anggoro pada November tahun lalu di suatu tempat. Saat ditanya di mana Anggoro kini bermukim, Bonaran enggan membeberkannya. "Hanya saya yang tahu Anggoro di mana. Anggodo pun tidak tahu," kata Bonaran.
(nik/iy)











































