Demikian disampaikan Presiden Haiti Rene Preval seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (15/1/2010).
"Kami telah menguburkan 7.000 dalam kuburan massal," kata Preval kepada wartawan di bandara Port-au-Prince.
Hal itu disampaikan Preval saat menemani Presiden Republik Dominika Leonel Fernandez yang berkunjung ke Haiti. Fernandez merupakan kepala negara asing pertama yang berkunjung setelah gempa dahsyat pada 12 Januari lalu di negara miskin itu.
Dikatakan Fernandez, salah satu hal penting yang dibutuhkan Haiti adalah bantuan dalam menguburkan mereka yang tewas.
Ratusan ribu orang dikhawatirkan tewas setelah gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti. Hingga kini ribuan orang diyakini masih tertimpa reruntuhan.
(ita/iy)











































