"Mungkin Ibu Sumini itu cuma warga pendatang atau ngontrak. Kalau warga asli walaupun sudah lama atau sudah meninggal kita pasti kenal," ujar salah seorang warga RT 04 RW 03, Zen kepada detikcom, Utan Kayu, Jakarta, Jumat (15/1/2010).
Zen merupakan mantan Sekretaris RT pada tahun 1980-an. Zen mengaku pernah ada seseorang laki-laki yang diduga Jeroen mendatangi dirinya. Jeroen menanyakan keberadaan Sumini kepada Zen.
"Dia datang dua orang sama penerjemah. Cari Ibu Sumini. Karena sudah lama, saya sudah tidak ingat. Saat itu RT-nya namanya Pak Saimun," jelasnya.
Menurut Zen, Pak Saimun sendiri sudah meninggal. Saat Jeroen datang menemui dirinya, si penerjemah menjelaskan kalau Jeroen merupakan anak Sumini yang sudah diadopsi oleh keluarga Belanda.
"Jadi dia datang ke kantor kelurahan. Dia ketemu Pak Mamat, salah satu petugas kelurahan yang kebetulan saudara saya. Jeroen disuruh cari saya," ungkapnya.
Saat ini, lanjut Zen, tidak ada warga bernama Sumini. Sejak 2 November 1986, secara administrasi, Utan Kayu dibagi menjadi 2 kelurahan. Utan Kayu Selatan dan Utara. RT juga berubah-ubah.
"Dulu yang RW 11 sekarang dipecah menjadi RW 02, 03, dan 04," jelas Pak Mamat.
(gus/iy)











































