Pleno Penghitungan Suara DPRD Bali Diwarnai Walk Out
Sabtu, 17 Apr 2004 13:50 WIB
Denpasar - Aksi protes dan walk out mewarnai rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara untuk DPRD Provinsi dan DPD Bali. Rapat pleno berlangsung di Kantor KPU Bali, Jl. Cok Agung Tresna, Denpasar, Sabtu (17/4/2004).Protes dilontarkan Ketua DPW PBB Bali Umar Said Rafik setelah anggota KPU Bali Luh Riniti Rahayu membacakan hasil penghitungan suara untuk daerah pemilihan (DP) Bali I yaitu Kota Denpasar Barat. Umar memprotes hasil penghitungan suara itu karena menemukan selisih 378 suara dari total 117.113 suara.Sekadar diketahui, jumlah akumulasi surat suara sisa, surat suara yang dikembalikan karena rusak, surat suara yang keliru dicoblos, surat suara sah dan tidak sah sebanyak 176.735. "Ini bukti SDM KPU lemah. Satu surat suara saja sudah salah bagaimana dengan di daerah lain. Kita ingin KPU melakukan penghitungan ulang," ujarnya.Aksi protes itu diikuti perwakilan dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menanggapi protes itu, Ketua KPU Bali Anak Agung Oka Wisnu Murti menegaskan tidak akan melakukan penghitungan ulang."Tidak mungkin ada penghitungan ulang. Apa yang kita lakukan adalah proses yang sudah berjalan sesuai tahapan mulai di tingkat PPS, PPK dan KPU Kabupaten/Kota. Kita tetap berpedoman pada berita acara yang dikeluarkan masing-masing tingkatan," katanya.Dia menambahkan seharusnya persoalan di tingkat kecamatan sudah diselesaikan di tingkat KPU Kabupaten/Kota. Mendapat jawaban seperti itu, Umar dan calon anggota DPD Ahmad Baraas melakukan aksi walk out. "KPU mesti bertanggung jawab dengan kekelitruan ini. Kalau mau rekap suara, rekap saja sendiri tidak usah mengundang parpol. Dari pada protes tidak ada hasil labih baik saya pulang dan tinggal menunggu hasil di rumah," tegas Ahmad.Atas sikap KPU Bali itu, PBB menyatakan keberatan menandatangani berita acara. PBB juga menolak mengisi formulir keberatan yang disediakan KPU Bali.
(rif/)











































