Sumini, memang bukan perempuan biasa bagi Jeroen. Perempuan yang diduga asal Palembang itu adalah ibu kandung Jeroen. Wajah Sumini tidak pernah dilihat Jeroen sejak bayi. Maklumlah, pria ini diadopsi warga Belanda dan dibawa ke negeri kincir angin itu sejak masih berkulit merah.
Jeroen telah melakukan segala upaya untuk menemukan orang tuanya di Indonesia. Namun upaya itu belum mendatangkan hasil. Kini Jeroen menggunakan kelebihan internet untuk membantu mencari ibu kandungnya. Ia membuat blog dan kini muncul grup di facebook untuk membantu pria kelahiran 1982 itu menemukan orang tua kandungnya. Di Facebook ada grup dengan tittle 'MARI BANTU JEROEN MENCARI ORANG TUA KANDUNGNYA'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya meski menggebu ingin bertemu orang tuanya, petunjuk yang dimiliki Jeroen tentang ortunya sangat minim. Ia hanya berbekal pada akta kelahiran. Dari akta, Jeroen mengetahui ibunya bernama Sumini.
Sumini awalnya tinggal di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang. Kemudian Sumini pindah ke Utan Kayu, Jakarta. Tidak diketahui siapa nama ayah Jeroen. Namun tercantum akte ditandatangani oleh Adang Djumanta.
Jeroen diadopsi orang tuanya yang warga Belanda lewat Yayasan Mulia. Orang tua Belanda Jeroen datang ke Indonesia pada November 1982 untuk menjemput Jeroen dari Yayasan Mulia. Mereka menandatangani semua dokumen di depan notaris Mr Junus Enung Maogimon, beliau sudah meninggal dunia.
"Orang tua Belanda saya membawa saya ke Negara Netherlands. Dan hanya itu informasi yang saya ketahui mengenai adopsi saya," jelas Jeroen.
Kini Jeroen terus mencari orang tuanya. Anda ingin membantunya? (iy/nrl)










































