"Ombak di tengah laut lebih besar lagi. Nggak sebanding dengan solar yang digunakan," ujar Risman (35), nelayan Muara Angke, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Angke, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2010).
Menurutnya, sekali melaut paling tidak dibutuhkan modal hingga Rp 4 juta untuk 4 hari melaut. Ongkos itu untuk biaya bahan bakar yang mencapai 400 liter solar, ongkos nelayan, es, air bersih dan sejumlah peralatan lain.
"Kalau ombaknya besar, ikannya hanya sedikit. Balik modal saja susah," kata Risman.
Kondisi serupa melanda nelayan Muara Baru dan Cilincing. Pelaut tradisional terpaksa menambatkan perahu karena cuaca tidak kondusif. Pelelangan ikan pun terlihat sepi dari aktifitas bongkar muat ikan.
"Kita menunggu saja. Biasanya melaut seminggu 2 kali. Sekarang 2 minggu sekali," ucap Yadi, nelayan Cilincing.
(Ari/nik)











































