Rapat dengan KPU Jateng, 21 Calon Senator & 17 Parpol WO
Sabtu, 17 Apr 2004 12:36 WIB
Semarang - Sejumlah calon senator alias Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jateng melakukan aksi walk out (WO) dalam acara pleno terbuka penghitungan suara di Gedung KPUD, Jl.Veteran, Semarang, Sabtu (17/4/2004).Hal itu dilakukan karena KPUD Jateng tidak menaggapi interupsi dari salah satu calon DPD, Djawaher Mohammad. Dalam protesnya, Djawaher menyatakan bahwa KPUD harus menanggapi munculnya kecurangan-kecurangan selama pencoblosan dan penghitungan suara di TPS, PPK dan KPUD.Menjawab interupsi itu, Ketua KPUD Jateng, Fitriyah, mengatakan, tidak ada satu pun pasal yang membolehkan seseorang interupsi kecuali saksi parpol atau saksi DPD sehingga keberatan Djawaher tidak diterima.Karena tidak ditanggapi serius dan merasa dirugikan, Djawaher dan 21 calon DPD keluar ruangan rapat. Salah satu calon DPD lainnya, Soewardi, mengatakan, KPUD Jateng tidak berhak untuk tidak menerima interupsi dari calon DPD. "Kami mempunyai data-data lengkap tentang kecurangan pemilu. Dan itu harus ditindaklanjuti oleh mereka," tegasnya.Soewardi menyatakan, pihaknya akan mengultimatum atau menempuh jalan hukum atas kasus itu. "Kami akan mengajukan gugatan class action pada KPU jika dalam waktu 2x15 menit tidak merespon tuntutan DPD," ancamnya.Satu setengah jam kemudian, tepatnya pukul 11.30 WIB, ganti 17 parpol yang WO. Menurut Heri Saputro, koordinaor 17 parpol itu, mereka sebetulnya tidak menolak hasil pemlu, mereka hanya ingin KPU memberikan ruang tentang keluhan-keluhan mereka selama ini. "Karena menurut saksi yang kami punyai, hampir di seluruh TPS di Jateng terjadi manipulasi data," ujarnya. Karena juga tidak ditanggapi KPUD, mereka akan mengancam melancarkan gugatan perdata pada KPUD. Ke-17 parpol itu adalah PNI Marhaenisme, Partai Merdeka, PNBK, PPNU, PBB, OPartai Pelopor , PKPB, PDS, PBR, PPD, PBSD, PPDK, PKPI, PPDI, PPIB, PSI, dan Partai Patriot Pancasila.Meski ada aksi WO, proses penghitungan suara tetap diteruskan. Di dalam ruangan hanya terdapat beberapa saksi dari parpol dan beberapa petugas pengitungan suara. Sedang 17 parpol membacakan pernyataan sikapnya di luar ruangan.
(nrl/)











































