Bayi tersebut lahir prematur dari seorang wanita Haiti. Bayi itu lahir hanya dua jam setelah gempa berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu.
Demikian diberitakan kantor berita resmi Brasil, Agencia Brasil seperti dilansir News.com.au, Jumat (15/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi sang bayi baik-baik saja. Namun ibunya saat ini berada di ambang kematian. Wanita itu mengalami pendarahan hebat yang tak kunjung berhenti. Demikian disampaikan pejabat medis Brasil, Fabricio Almeida de Moura.
"Guncangan akibat gempa bumi membuat dia mengalami kontraksi dan kami harus melakukan persalinan di garasi," kata de Moura.
"Sang anak baik-baik dan sedang diberi minum susu, namun sang ibu mengalami komplikasi dengan pendarahan yang tidak kunjung berhenti," imbuhnya.
Ratusan ribu orang dikhawatirkan tewas akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang negara miskin Haiti. Ribuan orang hingga kini juga belum ditemukan. (ita/iy)











































