Oleh karena itu, Kompak mendesak pansus memanggil JK, Sri Mulyani, dan Boediono untuk dikonfrontir dalam satu forum.
"Pansus harus memberi perhatian khusus pada pernyataan JK yang mendengar langsung (30/9/2009) dari Sri Mulyani. Kata kunci Centurygate sekarang adalah "Sri Mulyani : Saya Tertipu"," kata aktivis Kompak Effendi Gazali membacakan sikap Kompak dalam dialog di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Jusuf Kalla yang mendengar pengakuan Sri Mulyani, Sri Mulyani yang tertipu oleh data BI, dan Boediono yang Gubernur BI waktu itu," papar Effendi.
Kompak juga meminta pansus mencari tahu pembengkakan dana bail out yang membuat Sri Mulyani merasa tertipu. "Pansus harus menelusuri bagaimana caranya Sri Mulyani tertipu dan ke mana mengalirnya uang hasil penipuan," harap Effendi.
Anggota pansus angket Century Bambang Soesatyo yang hadir menerima pernyataan Kompak. Bambang akan menyampaikan desakan Kompak kepada pansus.
"Tuntutan ini saya terima untuk disampaikan pansus dengan baik untuk menguak konspirasi besar di balik Skandal Century," ujar Bambang.
Dalam kesaksiannya Kamis (14/1/2010), mantan Wapres Jusuf Kalla menjelaskan bahwa Sri Mulyani merasa tertipu dalam kebijakan bail out Century. BI melaporkan bail out senilai Rp 632 M tapi faktanya uang keluar Rp 6,7 triliun.
(van/nrl)











































