Sumber detikcom di lingkungan istana menyebutkan, setidaknya 2 partai akan menjadi target utama evaluasi yang bisa saja berujung pada reshuffle kadernya di kabinet. Dua partai itu adalah PKS dan Partai Golkar yang dinilai tidak bisa dikendalikan lagi.
Sikap PKS dan Golkar dinilai terlalu 'lebay' dalam konteks koalisi. Salah satu indikasinya, PKS dan Golkar dianggap tidak bisa dikoordinasi lagi dalam Pansus Angket Century. Padahal 4 partai lainnya yaitu, PD, PAN, PPP dan PKB masih bisa dikoordinasi dan diajak bekerjasama.
"Evaluasi itu pasti ada. Kalau soal reshuffle memang hanya Pak Presiden yang tahu. Tetapi, memang ada keluhan soal sikap PKS dan Golkar yang katanya berkoalisi tetapi di lapangan kenyataannya berbeda," kata sumber itu kepada detikcom, Selasa, (15/1/2010).
Menurut pria tersebut, indikasi ketidaksukaan SBY kepada kedua partai itu antara lain ditunjukkan dalam rapat kabinet Kamis kemarin (14/1/2010). Menurut salah satu menterinya seusai rapat, Tifatul Sembiring, SBY tidak suka melihat perilaku dari anggota Pansus Angket Century yang dinilai keluar dari etika.
Pernyataan SBY itu, lanjut sumber tersebut, ingin menujukkan bahwa ada beberapa sikap mendua dari parpol koalisi. Tanpa menyebut nama partai, publik diyakini cukup paham soal sindiran SBY tersebut. Sebab, selama partai yang kritis dan tajam dalam Pansus Century itu berasal dari PKS dan Golkar selain dari PDIP yang memang memposisikan diri sebagai oposisi.
"Publik sudah tau kan kalau Pak SBY tidak suka dengan 2 partai itu meskipun dengan sindiran. Minimal publik diberi clue dengan pernyataan Pak Tifatul setelah rapat kabinet. Tetapi, memang masih diberi waktu untuk menjaga komitmen koalisi, sambil dievaluasi tentunya," paparnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden SBY mengaku kecewa dengan etika Pansus Bank Century dalam menyelidiki aliran dana bailout Bank Century. Kekecewaan SBY diucapkan dalam rapat paripurna menteri yang membahas 75 hari kinerja pemerintah.
"Hal lain yang disampaikan oleh Presiden adalah mengenai etika dan akhlak di dalam Pansus. Beliau prihatin sekali terhadap perkembangan dan perilaku beberapa anggota Pansus yang kurang etis bertanya dan sebagainya," ujar Menkominfo Tifatul Sembiring usai rapat paripurna di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (14/1/2009).
Tifatul membantah kekecewaaan SBY berdasarkan laporan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai dipanggil Pansus Rabu lalu. Menurut SBY, semua orang menyaksikan di televisi dan melihat etika pansus secara langsung. Meski begitu, Tifatul menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat soal penilaian etika para anggota pansus angket Century.
"Kalau seperti ini kaya reality show. Keprihatinan Presiden aja yang disampaikan tadi, ke depan kita ingin hubungan eksekutif dan legislatif berjalan baik," imbuhnya.
(gah/asy)











































