Profil Kalla yang Diincar SBY
Sabtu, 17 Apr 2004 11:14 WIB
Jakarta - Bintang Yusuf Kalla kian bersinar saja. Selain menjabat menteri sejak era Gus Dur, kariernya sebagai pengusaha juga lancar-lancar saja. Kini, dia menjajal peruntunganya sebagai cawapres.Di mata kubu SBY, Kalla adalah sosok yang pas untuk mendampinginya. Kalla dianggap mewakili kreteria yang ditetapkannya: nasionalis religius dan mempunyai track record bersih.Selain diincar SBY, Kalla juga dilirik banyak pihak. Termasuk juga Megawati. Tapi, kabar yang santer belakangan ini memperkukuh realitas bahwa Kalla memutuskan berduet dengan SBY. Untuk itu, Kalla akan mundur sebagai peserta konvensi capres Golkar dan mundur sebagai menko kesra.Siapakah Yusuf Kalla? Berikut ini sedikit profilnya:Menjadi Menko Kesra -- saat ini -- adalah karier tertinggi Yusuf Kalla dalam bidang politik. Sebelumnya, dia pernah menjadi Menperindag beberapa bulan di era Presiden Gus Dur. Gus Dur lantas memecatnya dengan tuduhan KKN.Pemecatan itulah yang menjadi salah satu alasan DPR untuk melengserkan Gus Dur dan menaikkan Mega sebagai presiden. Kalla, lahir di Bone, Sulsel, 15 Mei 1942. Dari perkawinannya dengan Mufidah Yusuf Kalla, dia beroleh 5 orang anak.Setamat dari Universitas Hasanuddin, Makassar (1961-1967), Kalla melanjutkan sekolah ke The European Institute of Business Administration, Fontainebleau, Perancis, 1977. Kalla lahir dari keluarga pengusaha berada. Ayahnya, H. Kalla, adalah pemilik NV H Kalla di Makassar. Sedang ibunya adalah pemilik Yayasan Pendidikan Athirah, Makassar.Kalla merambah Senayan sejak 1998 dengan menjadi anggota MPR dari Utusan Daerah. Ketika Gus Dur menjadi presiden, Kalla ditunjuk sebagai Menperindag, 1999-2000 dari unsur Partai Golkar.Di sektor usaha, Kalla menjadi Direktur Utama NV. H. Kalla, Makassar (1969-sekarang), Direktur Utama PT. Bumi Karsa, Makassar (1969-sekarang), Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama Jakarta (1988-sekarang), dan Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel Intern Jakarta (1995-sekarang).Pengalaman organisasi yang pernah dilaluinya adalah Ketua HMI, Makassar (1964-1967), Ketua KAMI Sulawesi Selatan (1967), Ketua Umum ISEI (1979-1989), Ketua Umum Kadinda Sulawesi Selatan (1983-1999), Ketua Ikatan Alumni Unhas Makassar (1992-sekarang), Ketua Harian Yayasan Islam Center Al-Markaz Makassar (1994-sekarang), dan anggota Dewan Penasihat Golkar Pusat (2001).Selama menjabat menko kesra era Megawati, Kalla dikenal sebagai menteri yang berprestasi. Misalnya saja, dia menyelesaikan rusuh Maluku dan Poso dengan melahirkan perjanjian Malino I dan II. Kalla juga tak segan-segan menerima para demonstran yang mendemo kantornya di Jl.Medan Merdeka Barat, Jakpus.Pengalamannya sebagai entrepenur tentunya juga mendukung kemampuannya untuk mengurus negeri ini. Dia juga dinilai lebih tegas, sehingga mampu menutupi kekurangan SBY yang dinilai peragu.Apakah duet SBY-Kalla akan menang dalam pilpres? Tentunya kita harus menunggunya.
(nrl/)











































