Duet SBY-Kalla Hiasi Media Massa

Duet SBY-Kalla Hiasi Media Massa

- detikNews
Sabtu, 17 Apr 2004 10:20 WIB
Jakarta - Sabtu (17/4/2004) ini, media massa diisi oleh pemberitaan tentang tokoh yang disebut-sebut sebagai kandidat pasangan SBY, Yusuf Kalla, sebagaimana detikcom juga telah melansirnya pada Jumat kemarin.Sekadar mengingatkan, hari Minggu besok akan menjadi hari yang penting bagi Kalla. Kubunya sendiri atau malah kubu SBY, menyatakan bahwa pengusaha sukses itu akan mundur. Baik dari konvensi Partai Golkar maupun dari jabatan Menko Kesra.Langkah mundur itu diambil Kalla untuk mempermulus jalannya mendampingi SBY dalam paket capres-cawapres. Baik Kalla maupun SBY memang belum transparan menyebutkan bahwa mereka akan berduet.SBY pada Jumat kemarin, misalnya, hanya mengumumkan kriteria cawapresnya yaitu nasionalis religius dan memiliki track record yang baik. Ketum Patai Demokrat (PD) Prof.Dr.Budhisantoso menjabarkan pernyataan SBY di depan 25 purnawirawan jenderal TNI itu. "Saya lihat, putra-putra bangsa terbaik ada pada pasangan SBY dengan Yusuf Kalla," katanya.SBY sendiri tidak mau menyebut Kalla sebagai cawapresnya, menurut Budhisantoso, karena menunggu Kalla mundur dulu dari konvensi dan kabinet.Jika duet SBY-Kalla diresmikan, maka ini merupakan paket capres-cawapres pertama yang berhasil dibesut, di saat para capres lainnya sibuk mencari pasangan yang pas.Pengamat politik dari LIPI, Ikrar Nusa Bhakti menganalisis, ada 4 alasan mengapa SBY menggandeng Kalla sebagai wakilnya. Alasan pertama, Kalla mempuyai pengaruh yang cukup kuat di wilayah Indonesia Timur. Selain itu, Kalla dinilai sudah berhasil membantu menangani berbagai masalah di Indonesia Timur, seperti peristiwa kerusuhan Maluku maupun Poso.Kedua, dalam beberapa kesempatan SBY menyatakan bahwa pasangan cawapresnya bisa siapa saja, namun sudah menunjuk kriteria mengarah ke Yusuf Kalla. Kriteria yang disebut SBY adalah dia itu seorang pengusaha, nasionalis, pengalaman di pemerintahan dan religius. "Dengan kriteria tersebut menjurus ke Yusuf Kalla," kata Ikrar.Ketiga, pertimbangan SBY memilih Kalla karena dianggap memiliki nama yang paling bersih dibanding peserta konvensi capres Golkar lainnya. Keempat pertimbangan bahwa wilayah Indonesia Timur adalah lumbung Partai Golkar, sehingga bisa dikategorikan Kalla merupakan kartu truf Golkar. "Tapi saya juga tak bisa menampik jika Akbar rajanya Golkar. Jadi apa pun hasilnya nanti masalah fairness," kata Ikrar. Apakah Anda juga merasa duet SBY-Kalla ideal? (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads