Kasasi Ditolak MA, Abilio Soares Tak Mau Dipenjara

Kasasi Ditolak MA, Abilio Soares Tak Mau Dipenjara

- detikNews
Sabtu, 17 Apr 2004 01:16 WIB
Jakarta - Mantan Gubernur Timor Timur (Timtim) Abilio Soares merasa tidak rela dipenjara karena dikambing hitamkan oleh orang-oranjg tertentu terkait dengan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Timtim.Hal tersebut dikatakan oleh Abilio kepada wartawan saat jumpa pers yang terkait dengan penolakan kasasi dirinya oleh Mahkamah Agung dalam kasus ini, di RuangPuri Puteri Hotel Sahid jaya, jalan Jend. Sudirman Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2004)."Saya tidak rela dipenjara, saya merasa dikambing hitamkan, karena jelas-jelas saya tidak bersalah. Keadilan di Indonesia sudah tidak bisa didapat.Seharusnya yang bertanggung jawab adalah pihak ABRI dan Polri yang bertanggung jawab atas keamanan di Timtim saat itu," tegas Abilio yang didampingi olehkuasa hukumnya OC. Kaligis.Menurut Abilio, yang paling bertanggung jawab adalah para petinggi ABRI saat itu, seperti Panglima Bali saat itu, Adam Damiri. Namun ketika ditanya apakahWiranto selaku Panglima Abri (Pangab) saat itu juga termasuk orang yang bersalah dan bertanggung jawab, Abilio tidak menjawab secara langsung."Mungkin saja Wiranto bertanggung jawab, tapi saya tidak bilang seperti itu. Saya mengatakan, dalam militer itu ada hirarkinya, diatas pimpinan pasti adapimpinan lagi. Jadi harus diusut lagi," jelas Abilio.Ketika ditanya apakah dirinya rela dipenjara, sedangkan Wiranto justru bebas dan mencalonkan diri menjadi presiden, Abilio megatakan bahwa hal itu tidakberkaitan. "Pemilihan presiden itu tidak berkaitan dengan kasus saya, siapapun berhak jadi capres," lanjut dia.Sementara itu dalam kesempatan yang sama, OC. Kaligis mengatakan bahwa pihaknya belum menerima pernyataan tertulis perihal penolakan kasasi itu. Namun apabilabenar terjadi, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum berikutnya."Apabila kasasi kami benar-benar ditolak, maka kami akan mengajukan grasi untuk selanjutnya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi itu. Kalauperlu kita akan bawa kasus ini ke Mahkamah Internasional, karena jelas tidak ada keadilan di Indonesia," demikian kata OC Kaligis yang disebutkanoleh kliennya tersebut dia tidak dibayar dalam menangani kasus ini. (jon/)


Berita Terkait