Bayi itu adalah anak pertama pasangan Sutrisno dan Sumiati. Dia lahir dengan bantuan bidan di Demak, Rabu (13/1) kemarin. Karena ada kelainan, bayi itu dibawa ke RS Demak dan akhirnya dirujuk ke RS Kariadi sore harinya.
Dokter Spesialis Bedah Anak RS Kariadi Edwin B mengatakan saat kondisi bayi kritis. Ia ditempatkan di Ruang PICU dengan bantuan ventilator dan asupan cairan melalui infus.
"Berat badannya di bawah standar, hanya 2,3 Kg. Jadi kami harus hati-hati menanganinya," kata di RS Kariadi, Jl Dr Sutomo, Kamis (14/1/2010).
Untuk operasi pertama, kata Edwin, tim medis akan menutup lobang dinding perut secara bertahap. Tak bisa diperkirakan butuh berapa lama untuk melakukan operasi kedua.
"Itu sangat tergantung kondisi bayi. Bisa hitungan minggu atau bulan," katanya.
Berdasarkan angka kejadian, bayi tanpa dinding perut bisa terjadi 1/100 ribu bayi. Mayoritas faktor penyebabnya adala kekurangan gizi, terutama asam folat.
Biaya operasi anak suami istri Sutrisno dan Sumiati diambilkan dari dana Jamkesda. Keduanya diketahui berasal dari golongan masyarakat menengah ke bawah.
(try/djo)











































