Syamsir Siregar Bantah Isu-isu Miring Soal SBY
Jumat, 16 Apr 2004 18:28 WIB
Jakarta - Berbagai isu miring yang menerpa calon presiden Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dibantah oleh Syamsir Siregar, salah seorang anggota tim sukses SBY. Baik seputar keterlibatannya dalam kasus 27 Juli, soal dominasi caleg Partai Demokrat (PD) beragama Kristen, soal istri simpanan dan lain-lain. "Semua itu adalah isu-isu yang sengaja dibuat untuk menurunkan kredibilitas SBY," kata Syamsir Siregar, saat dihubungi detikcom malam ini, Jumat (16/04/2004).Kasus terakhir, sore tadi, usai menghadiri acara sebuah diskusi Dita Indah Sari menuding SBY terlibat kasus penyerangan kantor PDI pada tanggal 27 Juli 1996. Karena saat itu, SBY menjadi Kasdam Jaya dan secara administrasi jelas terlibat. Mendapat tudingan tersebut, Syamsir Siregar yang juga mantan Kabakin menyatakan bahwa penanggungjawab pengerahan pasukan adalah Panglima Kodam Jaya. "Keberadaan Kapala Staff Kodam (Kasdam) dalam operasi digerakkan oleh Panglima Kodam. Demikian juga dari segi organisasi, apapun yang terjadi merupakan tanggungjawab Panglima Kodam Jaya, bukan Kasdam" kata Syamsir.Mantan Kabakin ini balik menuduh, bahwa orang yang menuding SBY terlibat kasus 27 Juli sengaja untuk menurunkan kredibiltas Partai Demokrat dan SBY sebagai calon presiden. Selain SBY dituding terlibat kasus 27 Juli, banyak isu miring lainnya yang menerpa mantan Menko Polkam ini. Tuduhan terhadap SBY lainnya yang cukup gencar dan santer di masyarakat adalah SBY mempunyai istri simpanan dan SBY beragama Katolik. Terhadap tuduhan ini, Syamsir mengaku sudah mengetahui adanya berbagai macam tuduhan itu. "Mereka yang ingin menjatuhkan SBY menuduh macam-macam. Ada yang bilang SBY mempunyai istri simpanan, ada yang bilang beragama Katolik, ada tuduhan calon legislatif Partai Demokrat dikuasai orang-orang Kristen dan lain-lain," katanya.Dan Syamsir mengaku yakin, berbagai isu tidak akan berhenti sampai di sini. "Percayalah, nanti akan terus ada berbagai tuduhan dan isu kepada SBY. Semua ini adalah untuk menurunkan kredibilitas SBY. Percayalah," kata Syamsir Siregar.
(jon/)











































