Demikian bagian dari hasil pemeriksaan psikolog UI Sarlito Wirawan terhadap Babe di Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (14/1/2010).
Sarlito menceritakan, Babe adalah anak petani asal Magelang. Babe selalu dikata-katai bodoh karena tidak pernah naik kelas. Bersekolah pun dia hanya sampai kelas 3 SD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia dikawinkan saat umur 21 tahun. Tapi sejak dikawinkan dia nggak bisa ereksi, sampai istrinya meninggal," kata Sarlito.
Babe pun kembali ke Jakarta untuk berjualan rokok sambil mengasuh anak jalanan. Saat hasrat seksualnya datang, Babe mengambil orang di luar kelompoknya, yakni anak jalanan yang dibawa oleh anak-anak asuhnya.
Kemudian terjadilah 7 kali pembunuhan sepengakuan Babe. Penyebabnya karena para korban menolak disodomi. "Berapa kali seks, ya tujuh kali itu dengan anak di bawah 12 tahun," jelas Sarlito.
Sarlito juga mengungkapkan selama hidupnya Babe tidak mengalami mimpi basah yang lazim terjadi pada pria normal. "Jelas dia homoseks bawaan, bukan jadi-jadian. Dia hanya bisa ereksi terhadap sesama jenis," pungkas Sarlito.
(fay/iy)











































