Demikian kata Presiden SBY saat membuka rapat kabinet paripurna, Kamis (14/1/2010). Rapat dengan agenda utama evaluasi program 100 hari pertama itu berlangsung di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta.
"Kita semua tidak ada yang berjanji bahwa seluruh rakyat Indonesia akan sejahtera dalam waktu 100 hari. Meski kita semua bekerja buat kesejahteraan rakyat kita," kata Presiden.
Sebelumnya SBY menyinggung opini yang belakangan berkembang di media massa tentang program 100 hari pertama. Ada pengamat yang menilai SBY-Boediono telah gagal karena hampir tuntas 100 hari pertama pemerintahannya belum juga bisa menyejahterakan rakyat.
"Kita harus bisa menjelaskan dengan gamblang ke publik, tentunya tidak tepat ukuran kerja 5 lima tahun hanya dilihat dari apa yang dilakukan selama 100 hari," wanti SBY kepada seluruh anggota KIB yang hadir.
Menurutnya cara mengukur yang fair keberhasilan program 100 hari pertama adalah melihat secara objektif capaian yang ada. Berapa persen target 100 hari yang merupakan program internal KIB II sudah dicapai dan berapa persen pula yang belum tercapai berikut penjelasannya.
"Dengan demikian rakat bisa mengikuti meski program 100 hari ada program internal kita sebagai pintu masuk untuk bekerja lebih baik pada kurun waktu 5 tahun. Itu yang harus kita pahami," sambung SBY.
(lh/nrl)










































