Koizumi Marah, Sandera Jepang Ingin Kembali ke Irak

Koizumi Marah, Sandera Jepang Ingin Kembali ke Irak

- detikNews
Jumat, 16 Apr 2004 15:52 WIB
Jakarta - Seminggu disandera kelompok bersenjata di Irak ternyata tidak membuat warga Jepang jera. Padahal mereka baru saja dibebaskan penculiknya, setelah sebelumnya diancam akan dibakar hidup-hidup jika pemerintah Jepang tidak menarik pasukannya dari Irak.Noriaki Imai (18), Soichiro Koriyama (32), keduanya wartawan lepas serta sukarelawan kemanusiaan, Nahoko Takato (34) akan dipulangkan kembali ke Jepang, besok, Sabtu (17/4/2994). Ketiga WN Jepang itu hari ini akan diterbangkan ke Dubai, Uni Emirat Arab untuk bertemu pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang yang tengah berada di sana.Namun belum lagi tiba di tanah airnya, dua di antara tiga sandera Jepang yang baru dibebaskan itu, sudah mengungkapkan niatnya untuk kembali ke Irak melanjutkan pekerjaan mereka."Saya akan melanjutkannya," ujar Takato, ketika ditanyai wartawan apakah dirinya berencana meneruskan pekerjaan kemanusiaannya di Irak. "Mereka (penculik) melakukan hal-hal yang buruk, namun saya tidak bisa membuat diri saya membenci rakyat Irak," tuturnya.Koriyama yang wartawan foto juga mengungkapkan niat serupa. "Memotret adalah pekerjaan saya," tandasnya seperti dilansir Reuters, Jumat (16/4/2004). Perdana Menteri (PM) Jepang Junichiro Koizumi menanggapi dengan marah keinginan warganya itu. "Banyak orang di pemerintahan, lupa makan dan tidur, bekerja untuk keselamatan mereka," cetus PM Koizumi kesal. "Mereka harusnya menyadari ini," imbuh pemimpin negeri Sakura itu.Senada dengan Koizumi, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yasuo Fukuda juga geram. "Mereka harusnya memutuskan itu setelah mereka pulang ke Jepang, menenangkan diri dan berpikir serius," kata Fukuda ketika dimintai komentarnya mengenai keinginan Takato dan Koriyama untuk kembali bekerja di Irak. (ita/)



Berita Terkait