"Saya menculik sama sekali tidak ada niat untuk menjualnya. Tapi saya sungguh-sungguh ingin merawatnya, menjaganya, dan menyayanginya. Karena saya tidak memiliki anak," kata Suryani di Polres Jakarta Barat, Kamis (14/1/2010).
Suriyani bekerja sebagai bidan kontrak di Puskesmas Kembangan. Ia ditangkap di kontrakannya, Cipondoh, Tangerang, Rabu (13/1/2010) pukul 23.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terhadap tindakannya ini, Suryani mengaku suami dan keluarganya tidak tahu-menahu. Karena, lanjutnya, dirinya mengaku hamil kepada sang suami. "Suami dan keluarga tidak ada yang tahu. Saya kan ngakunya hamil," jelas dia.
Tapi apakah suami dan keluarga tidak curiga? "Tidak, karena kebetulan perut saya memang gendut," terangnya.
Suriyani berharap agar suaminya dapat memahami perasaanya. Namun, ia mengaku ikhlas jika memang sang suami akan menceraikannya. "Saya menerima kalau saya mau diceraikan. Tapi mudah-mudahan suami saya dapat menerima, mudah-mudahan ia dapat mememahami perasaan saya," kata dia.
Suryani pun menyatakan penyesalannya telah menculik si bayi. Ia bahkan meminta maaf kepada orang tua bayi dan keluarganya. "Iya, saya nyesel. Saya melakukan tindakan bodoh. Saya minta maaf kepada orang tua dan keluarganya," ujarnya.
(nvc/iy)











































