"Sampai saat ini, kita belum menemukan hal itu. Belum menemukan adanya link atau hubungan antara markus dengan penyelidik," kata Ketua KPK sementara Tumpak Hatorangan Panggabean saat dihubungi wartawan, Kamis (14/1/2010).
Namun, Tumpak berjanji akan melakukan pengusutan lebih mendalam di lingkungan internal untuk mengusut dugaan keterlibatan orang dalam. Tim dari pengawas internal sudah bekerja hingga hari ini.
"Pokoknya kita minta pengawasan internal terus dijalankan. Karena yang bermain orang luar KPK," lanjutnya.
Menurut Tumpak, saat ini banyak yang mengatasnamakan pegawai KPK dan mengaku-ngaku bisa 'membereskan' kasus di lembaga antikorupsi itu. Sejumlah laporan sudah ia terima tentang dugaan itu.
"Banyak pelapor yang melapor langsung ke KPK, kita langsung mintai keterangan, saya lupa siapa. Pokoknya dia cerita sebelum ditahan, banyak markus yang bisa menjamin tidak ada penahanan, tapi nyatanya kita tetap tahan," jelasnya.
Sejak dua bulan lalu, Tumpak sudah menerima laporan tentang para markus tersebut. Bahkan sudah ada beberapa nama yang dilaporkan ke polisi. Namun, adanya keterlibatan orang dalam belum ditemukan.
"Memang ada yang dihubung-hubungkan, kita terus periksa. Sampai saat ini belum menemukan hal itu, kita masih jalankan pengawasan internal," tutupnya.
Sebelumnya Ketua MK Mahfud MD mengaku mendapatkan laporan dari seseorang mengenai adanya dugaan praktik penyuapan dan pemerasan yang terjadi di lingkungan KPK.
Dalam data yang dia pegang, terdapat data berupa tanda bukti penyerahan, waktu dan tempat berlangsungnya transaksi itu. Termasuk kepada siapa saja uang tersebut diserahkan.
Mahfud telah menyerahkan penemuannya itu pada Satgas Mafia Pemberantasan Hukum.
(mad/nik)











































